Martinus Ady H. BloG

Human Knowledge Belongs To The World

Setup Octopress in Linux Mint

| Comments

Sudah sejak lama sebenarnya saya migrasi blog dari platform WordPress ke static blog, alasan utama-nya adalah ingin mengejar loading page yang lebih cepat dan supaya setiap postingan saya bisa di simpan di Git (tentu-nya dengan menggunakan repo gratisan di GitHub) :D :) Dari banyak-nya pilihan static blog generator yang bisa dilihat di StaticGen, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan Octopress dikarenakan Octopress merupakan static blog generator yang paling populer saat ini dan tutorial setup-nya juga sudah dibuatkan oleh pak Endy Muhardin di tulisan Terima Kasih WordPress :D

Nah yang jadi masalah saya adalah karena Octopress ini dibuat dengan bahasa pemrograman ruby yang mana saya bener-bener buta :( . Karena kemarin sempat 3 kali setup ruby untuk kepentingan Octopress baru berhasil dan sukses menjalankan perintah rake generate && rake preview, akhirnya saya putuskan untuk men-dokumentasikan langkah-langkah tersebut pada postingan kali ini :)

Semua langkah-langkah ini dijalankan di sistem operasi Linux Mint 17 dengan kondisi fresh install , jadi memang semua kebutuhan juga belum ada. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah install dulu library yang dibutuhkan dengan menjalankan perintah sudo apt-get install autoconf bison build-essential libssl-dev libyaml-dev libreadline6 libreadline6-dev zlib1g zlib1g-dev curl seperti dibawah ini :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
martinusadyh@martinusadyh ~ $ sudo apt-get install autoconf bison build-essential libssl-dev libyaml-dev libreadline6 libreadline6-dev zlib1g zlib1g-dev curl
Reading package lists... Done
Building dependency tree       
Reading state information... Done
libreadline6 is already the newest version.
zlib1g is already the newest version.
The following packages were automatically installed and are no longer required:
  libmysqlcppconn7 libodbc1 libvsqlitepp3 python-pyodbc
Use 'apt-get autoremove' to remove them.
The following extra packages will be installed:
  dpkg-dev g++ g++-4.8 libbison-dev libc-dev-bin libc6-dev libstdc++-4.8-dev
  libtinfo-dev libyaml-0-2 m4
Suggested packages:
  autoconf2.13 autoconf-archive gnu-standards autoconf-doc libtool bison-doc
  debian-keyring g++-multilib g++-4.8-multilib gcc-4.8-doc libstdc++6-4.8-dbg
  glibc-doc libstdc++-4.8-doc
Recommended packages:
  automake automaken libalgorithm-merge-perl libssl-doc
The following NEW packages will be installed:
  autoconf bison build-essential dpkg-dev g++ g++-4.8 libbison-dev
  libc-dev-bin libc6-dev libreadline6-dev libssl-dev libstdc++-4.8-dev
  libtinfo-dev libyaml-0-2 libyaml-dev m4 zlib1g-dev
0 upgraded, 17 newly installed, 0 to remove and 44 not upgraded.
Need to get 13.6 MB of archives.
After this operation, 56.7 MB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y
...
...
Setting up libreadline6-dev:amd64 (6.3-4ubuntu2) ...
Setting up zlib1g-dev:amd64 (1:1.2.8.dfsg-1ubuntu1) ...
Setting up libssl-dev:amd64 (1.0.1f-1ubuntu2.5) ...
Setting up libyaml-dev:amd64 (0.1.4-3ubuntu3) ...
Processing triggers for libc-bin (2.19-0ubuntu6.3) ...
martinusadyh@martinusadyh ~ $

Perjalanan Ke Kasepuhan Ciptagelar

| Comments

Suasana di Belakang Imah Gede

Perjalanan kali ini adalah perjalanan pada tahun lalu, tepatnya pada tanggal 20/10/2013 yang belum sempat di posting :( Awal mula dari perjalanan kali ini adalah ajakan dari om Ar Farid untuk menghadiri acara Seren Taun1 yang diadakan oleh Kasepuhan Adat Ciptagelar kalau tidak salah ingat pada bulan September 2013.

Berdasarkan info dari om Ar Farid, kita berdua akan riding bersama teamnya om Tendy Septiagara yang akan berkumpul di SPBU Warung Jambu - Bogor tepat jam 02:00 dinihari dan akan dilanjutkan riding malam melewati rute Bogor > Ciawi > Jalan Raya Sukabumi > Cikidang > Pelabuhan Ratu dan sarapan di Pelabuhan Ratu sedangkan untuk yang belum tahu tentang tujuan kita kali ini, berikut saya sertakan sedikit penjelasan tentang Kasepuhan Ciptagelar yang saya ambil dari Wikipedia seperti dibawah ini:

Kasepuhan Banten Kidul adalah kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda yang tinggal di sekitar Gunung Halimun, terutama di wilayah Kabupaten Sukabumi sebelah barat hingga ke Kabupaten Lebak, dan ke utara hingga ke Kabupaten Bogor. Kasepuhan (Sd. sepuh, tua) menunjuk pada adat istiadat lama yang masih dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul melingkup beberapa desa tradisional dan setengah tradisional, yang masih mengakui kepemimpinan adat setempat. Terdapat beberapa Kasepuhan di antaranya adalah Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Cisungsang, Kasepuhan Cisitu, Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Citorek, serta Kasepuhan Cibedug[1]. Kasepuhan Ciptagelar sendiri melingkup dua Kasepuhan yang lain, yakni Kasepuhan Ciptamulya dan Kasepuhan Sirnaresmi.

Pemimpin adat di masing-masing Kasepuhan itu digelari Abah, yang dalam aktivitas pemerintahan adat sehari-hari dibantu oleh para pejabat adat yang disebut baris kolot (Sd. kolot, orang tua; kokolot, tetua). Kasepuhan Ciptagelar kini dipimpin oleh Abah Ugi, yang mewarisinya dari ayahnya, Abah Anom, yang meninggal dunia pada tahun 2007. Wilayah pengaruh kasepuhan ini di antaranya meliputi desa-desa Sirnaresmi dan Sirnarasa di Sukabumi. Sementara Kasepuhan Cisungsang berlokasi di Desa Cisungsang wilayah Lebak dipimpin oleh Abah Usep[3].

Salah satu ritual adat tahunan Kasepuhan yang selalu menarik minat masyarakat adalah upacara Seren Taun; yang sesungguhnya adalah pernyataan syukur warga Kasepuhan atas keberhasilan panen padi.

Cara Mudah Mendebug Widget Di Dojo

| Comments

Pernah menggunakan Dojo Toolkit sebagai UI layer? Pernah merasa kalau dokumentasi di Dojo itu sangat sedikit sekali ? Bingung tentang function apa saja yang terdapat di komponen tersebut ? Jika iya berarti sama dengan saya ketika dulu baru pertama kali baru mulai menggunakan Dojo sebagai pilihan untuk sisi UI. Sebenar-nya Dojo merupakan pilihan yang cukup “mumpuni” dibandingkan dengan ExtJS dari sisi kelengkapan widget-widget yang disediakan, tetapi sayang-nya kelengkapan widget ini tidak didukung dengan dokumentasi yang sepadan jika dibandingkan dengan ExtJS yang dokumentasi-nya cukup lengkap dari tutorial sampai ke sisi API (Application Programming Interface)-nya.

Meskipun Dojo Toolkit juga mempunyai sebuah halaman API Documentation, tapi rasanya masih kurang lengkap menurut saya. Nah untuk mendebug sebuah widget Dojo untuk menampilkan seluruh function yang terdapat didalam-nya, maka kita memerlukan sebuah browser dan Firebug sebagai alat bantu kita (jika menggunakan Chrome, tidak perlu firebug lagi karena kita bisa membuka Developer Tools dengan menekan kombinasi tombol CTRL+SHIFT+J)

Sebagai contoh misalkan kita mempunyai sebuah widget grid dengan id tblSettingSegment seperti gambar dibawah ini :

Persiapan Sebelum Melakukan Pendakian

| Comments

Setelah mengalami pertimbangan yang cukup lama, akhirnya saya putuskan juga untuk mem-publish tulisan ini :D Tulisan ini ditujukan untuk teman-teman yang masih baru mulai menyukai dunia pendakian gunung dan juga bukan bertujuan untuk menggurui, karena saya sendiri juga termasuk “anak kemarin sore” dalam dunia pendakian gunung. Sedangkan isi tulisan ini merupakan rangkuman dari saran-saran yang saya baca di forum (khususnya forum OANC kaskus), groups pendakian gunung di FaceBook dan beberapa tambahan pengalaman pribadi sebelum melakukan pendakian :D Tulisan ini sebenarnya berdasarkan kejadian kemarin ketika saya melakukan pendakian ke gunung sindoro yang ternyata lupa membawa kopi :( yang mana merupakan menu wajib menurut saya. Karena kejadian tersebut, akhirnya muncul-lah ide untuk menuliskan hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan pendakian :D

Karena kegiatan pendakian gunung ini bisa dikatakan kegiatan yang “cukup berbahaya”, maka persiapan yang matang sebelum memulai pendakian sangat perlu dilakukan sebelum-nya. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan menurut saya bisa dibagi menjadi 3 hal besar (tidak termasuk dana loh ya, asumsinya dana yang dibutuhkan mencukupi :D ) yang kurang lebih adalah :

  • Persiapan Fisik, Karena kegiatan pendakian gunung ini sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki dengan membawa beban yang cukup berat, maka pastinya dibutuhkan fisik yang cukup prima. Nah untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, maka sebaiknya sebelum melakukan pendakian ada baiknya latihan fisik dahulu. Sedangkan latihan fisik yang biasa saya lakukan adalah lari pagi :D

Karena kegiatan ini termasuk bagus untuk kesehatan, sebaiknya dilakukan setiap hari kalau bisa biar jika ada tawaran sewaktu-waktu untuk melakukan pendakian kita sudah tidak repot untuk mencari waktu buat latihan fisik :)

Pendakian Gunung Sindoro 3153 Mdpl

| Comments

Mt. Sindoro view from Mt. Sikunir (Doc. Wikipedia)

Setelah pendakian yang gagal ke Cikuray kemarin ditambah dengan racun foto-foto susasana Semeru ketika Jimmy melakukan pendakian bulan Mei kemarin, akhirnya ada kesempatan juga untuk melakukan pendakian lagi di bulan Juni ini dan target yang dipilih adalah Gunung Sindoro/Sindara :)

Sedikit gambaran tentang Gunung Sindoro ini adalah sebuah gunung volkano akftif yang terletak di Temanggung - Jawa Tengah, gunung ini juga berdekatan dengan Gunung Sumbing. Selain letaknya yang berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.153 mdpl). Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo. Masyarakat dikedua daerah itu menyebut Sindoro-Sumbing sebagai Gunung kembar. Keduanya menyimpan potensi wisata yang sangat besar, meskipun belum semuanya bisa dikelola secara maksimal.

Sedangkan untuk jalur pendakian, gunung Sindoro mempunyai 2 buah jalur pendakian yaitu melalui desa Kledung dan Tambi. Sedangkan untuk pendakian yang kita lakukan kali ini, kita memilih menggunakan jalur Kledung karena dari informasi yang terkumpul banyak yang menyarankan melalui jalur ini :) Seperti biasa sebelum mulai pendakian kita juga harus mengumpulkan berbagai macam informasi yang terkait dengan gunung Sindoro, baik mencari melalui Google, tulisan teman-teman pendaki di blog-nya masing-masing, catper teman-teman di forum OANC kaskus dan beberapa groups pendaki di FB saya rasa sangat cukup membantu untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan tentang Gunung Sindoro ini. Dari hasil pencarian dan pengumpulan informasi tersebut, akhirnya kita dapat beberapa poin penting tentang gunung Sindoro yaitu :

  • Gunung Sindoro merupakan tipe gunung gersang, tidak ada mata air disepanjang jalur pendakian.
  • Kondisi jalur pendakian menuju puncak Sindoro berbatu-batu
  • Terdapat 5 pos pendakian dari basecamp
  • Jarak antar pos, basecamp ke pos 1 ~+ 1.5 jam
  • Pos 1 - Pos 2 ~+ 1.5 jam
  • Pos 2 - Pos 3 ~+ 2 jam
  • Pos 3 - Pos 4 ~+ 2 jam
  • Pos 4 - Pos 5 (puncak) ~+ 2 jam
  • Pos yang bisa di buat nge-camp ada di pos 3 yang tempatnya cukup luas
  • Pos 4 tidak bisa dibuat nge-camp, dikarenakan kondisi medan yang miring
  • Pos 5 adalah puncak Sindoro
  • Sebaiknya tidak meninggalkan barang bawaan di pos 3 baik baju, matras, sleeping bag atau carrier karena banyak kasus kehilangan barang yang terjadi di pos 3

(Karena pengalaman di Cikuray yang buta tentang jarak antar pos, untuk pendakian kali ini patokan jarak antar pos harus dimasukkan ke TODO List :D )