Enabling Multilib on Slackware64 13.37



Setelah webcam terdeteksi di Slackware melalui bantuan aplikasi Cheese, sekarang waktunya untuk mencoba menginstall googletalk-plugin dari google :) Kenapa tidak menggunakan Skype ? Karena menurut pendapat saya Skype itu lebih berat daripada Google Talk :D Nah minggu kemarin ketika menginstall googletalk-plugin di Slackware64, ternyata googletalk-plugin ini membutuhkan library untuk arsitektur 32 bit dan ini bisa kita lihat dengan perintah file /opt/google/talkplugin/* seperti dibawah ini :

root@artivisi:/mnt/DATA/SLACKBUILDS/googletalk-plugin# file /opt/google/talkplugin/*
/opt/google/talkplugin/GoogleTalkPlugin:         ELF 32-bit LSB executable, Intel 80386, version 1 (SYSV), dynamically linked (uses shared libs), stripped
/opt/google/talkplugin/cron:                     directory
/opt/google/talkplugin/lib:                      directory
/opt/google/talkplugin/libnpgoogletalk64.so:     ELF 64-bit LSB shared object, x86-64, version 1 (SYSV), dynamically linked, stripped
/opt/google/talkplugin/libnpgtpo3dautoplugin.so: ELF 64-bit LSB shared object, x86-64, version 1 (SYSV), dynamically linked, stripped
/opt/google/talkplugin/openssl.txt:              ASCII English text
/opt/google/talkplugin/windowpicker.glade:       XML document text

Dari hasil perintah diatas, kita bisa melihat bahwa file /opt/google/talkplugin/GoogleTalkPlugin ternyata merupakan file executable untuk arsitektur 32bit, nah untung-nya di Slackware64 sudah mendukung penggunaan multilib yang maksudnya kita bisa menggunakan aplikasi berbasis 32bit di arsitektur 64bit :) Dengan mengaktifkan dukungan multilib pada Slackware64, maka kita akan dapat menggunakan aplikasi seperti Skype, Wine atau aplikasi 32bit lain-nya yang belum terdapat di arsitektur 64 bit :)

Nah tulisan ini murni merupakan langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada halaman Multilib Slackware for x86_64, dan saya posting ulang disini supaya saya tidak lupa apa yang saya lakukan sekarang :D
Read More ..

Tags: , , , , ,

June issue of BSD magazine NanoBSD and ALIX



NanoBSD_and_ALIX_BSD_06_201Here it is!

We are back and present you with the June issue of BSD magazine. As you may have noticed, this month’s issue is a little bit thicker than usual and we hope you enjoy all the content!

We get started with Ivan Rambius Ivanov and his „Introduction to OpenSSL: Command line Tool” article followed by the What’s New sectionwhere you will find a short summary of the BSDCan 2011 conference written by Josh Paetzel, and Dru Lavigne who will introduce us to the recently released FreeNAS 8.0.

In the Developers Corner we will meet Antoine Jacoutot describing an OpenBSD success story, Justin C. Sherrill sharing news about the DragonflyBSD project, and Kris Moore who shows us how to install FreeBSD with the PC-BSD installer – PC-SYSINSTALL.

In this months How-Tos Rob Somerville introduces us to GIS in what seems to be a promise of another series of his. Then you will find Sufyan bin Uzayr’s article teaching how to deploy a Cloud OS on BSD, and the third part of the Mutt series written by Michael Hernandez. Also in How-Tos you will find a cover story – „NanoBSD and ALIX” written by Erwin Kooi.

In the Let’s Talk section we have articles from Girish Venkatachalam and Mohammed Farrag, as well as a First of BSD Certification articles written by Jim Brown.

In the end we prepared an Interview with Rafał Jaworowski from Semihalf – an embedded hardware and software developing company which makes great use of BSD in their work.

I wish you have a good read and feedback is always welcome!

Table of Content of this issue is :
Introduction to OpenSSL: Command-line Tool
Ivan ‘Rambius’ Ivanov
The article describes the command-line utility of openssl. It is a tool that supports encryption and decryption, message digests, key generation and exchange and ssl channel manipulations.

BSDCan
Josh Paetzel
Josh has prepared a short summary of BSDCan 2011 conference.

Introducing FreeNAS 8.0
Dru Lavigne
On May 2, 2011 the much anticipated redesign of FreeNAS was released. This article introduces FreeNAS 8.0, describing the reasons for its redesign, the current and upcoming features, the graphical administrative interface, and where you can find additional information.
Read More ..

Tags: , , , , ,

Step By Step Building OpenJDK on Slackware



OpenJDK LogoTidak seperti pada distro GNU/Linux yang lain, pada distro Slackware ternyata sangat susah mencari binary package untuk OpenJDK yang tinggal install menggunakan perintah installpkg ataupun tutorial bagaimana membuat sebuah binary packages untuk Slackware. Nah pada posting kali ini, kita akan mencoba untuk melakukan proses kompilasi source code OpenJDK langsung dari repository-nya. Dan sekedar catatan, proses yang akan dijelaskan disini hanya sampai mendapatkan JDK maupun JRE yang siap digunakan dalam bentuk direktori saja bukan dalam bentuk binary Slackware yang ber-ekstensi *.tgz atau *.txz :)

Sebelum mulai, persiapkan dahulu beberapa alat yang dibutuhkan yaitu :

  1. Apache ANT, versi Apache ANT yang dibutuhkan untuk melakukan proses kompilasi pada OpenJDK adalah versi 7, jadi pastikan versi Apache ANT yang terinstall di sistem kita mempunyai versi yang sama atau lebih tinggi. Untuk melakukan installasi Apache ANT di Slackware, downloadlah SlackBuild Script Apache ANT disini dan source Apache ANT-nya bisa didownload disini.
  2. JDK 1.6.0_25, untuk menginstall JDK kita bisa menggunakan package binary JDK bawaan Slackware yang terdapat di direktori /extra/jdk-6/. Installah dengan menggunakan perintah installpkg jdk-6u25-x86_64-1.txz agar segera dapat digunakan :)

Setelah 2 kebutuhan dasar tersebut terinstall, sekarang mari kita persiapkan konfigurasi “environment variable” yang dibutuhkan oleh OpenJDK. Beberapa konfigurasi “environment variable” yang dibutuhkan adalah (lakukan konfigurasi dibawah ini menggunakan akses super user / root) :

  1. JAVA_HOME, lakukan pengecekan apakah variabel JAVA_HOME sudah terkonfigurasi pada sistem anda atau belum dengan mengetikkan echo $JAVA_HOME dan jika benar, maka hasil perintah tersebut akan menampilkan dimana letak direktori jdk berada seperti dibawah ini :
    root@artivisi:~# echo $JAVA_HOME
    /usr/lib64/java
    root@artivisi:~#
    

    Jika perintah echo $JAVA_HOME tidak mengeluarkan apa-apa, sekarang jalankan perintah export JAVA_HOME=/usr/lib64/java dan kemudian lagi cek dengan perintah echo $JAVA_HOME.

  2. LANG, ketikkan export LANG="C" untuk mengkonfigurasi dan cek dengan mengetikkan perintah echo $LANG seperti dibawah ini :
    root@artivisi:~# export LANG="C"
    root@artivisi:~# echo $LANG
    C
    root@artivisi:~#
    
  3. ALT_BOOTDIR, untuk konfigurasi ALT_BOOTDIR ini isinya samakan dengan isi variabel $JAVA_HOME yang terdapat pada komputer / laptop kita masing-masing. Sebagai contoh di laptop yang digunakan pada tulisan kali ini, isi variabel $JAVA_HOME mengarah ke /usr/lib64/java/ maka jalankan perintah export ALT_BOOTDIR="/usr/lib64/java/" dan cek menggunakan perintah echo $ALT_BOOTDIR seperti dibawah ini :
    root@artivisi:~# export ALT_BOOTDIR="/usr/lib64/java/"
    root@artivisi:~# echo $ALT_BOOTDIR
    /usr/lib64/java/
    root@artivisi:~#
    
  4. ANT_HOME, dan langkah terakhir yaitu mengkonfigurasi variabel $ANT_HOME. Jalankan perintah export ANT_HOME=/usr/share/ant dan cek menggunakan perintah echo $ANT_HOME seperti dibawah ini :
    root@artivisi:~# export ANT_HOME=/usr/share/ant
    root@artivisi:~# echo $ANT_HOME
    /usr/share/ant
    root@artivisi:~#
    

Read More ..

Tags: , , , , ,

Installasi Slackware64 13.37 dan GNOME 3.0



Sudah lama sekali rasanya saya tidak posting apapun tentang Slackware :D Nah untuk kali ini, berhubung Slackware 13.37 juga barusan dirilis akhirnya kesampaian juga untuk melakukan “clean format” pada harddisk agar menggunakan Slackware saja sebagai Sistem Operasi utama saya :D Kali ini saya menginstall Slackware64 dan menggunakan kernel default yaitu 2.6.37, sedangkan untuk pilihan Desktop Manager-nya pilihan saya jatuh pada GNOME 3.0 yang diambil dari GNOME Slackbuild sekalian mencoba suasana baru :)

Proses installasi ini berjalan seperti biasa tidak ada yang berubah, setelah selesai menginstall Slackware64 langkah selanjut-nya yaitu menginstall GNOME 3.0 dari GNOME Slackbuild Setelah selesai menginstall GNOME 3.0, langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah konfigurasi driver Broadcom BCM4312 802.11b agar wifi saya bisa berjalan dengan normal :) Untuk drivernya sendiri bisa didownload di halaman 802.11 Linux STA driver. Nah masalah mulai muncul ketika menjalankan perintah make clean yang hasilnya adalah seperti berikut :

CC [M]  /home/martinus/driver_broadcom/src/wl/sys/wl_linux.o
/home/martinus/driver_broadcom/src/wl/sys/wl_linux.c: In function 'wl_attach':
/home/martinus/driver_broadcom/src/wl/sys/wl_linux.c:485:3: error: implicit declaration of function 'init_MUTEX'
make[2]: *** [/home/martinus/driver_broadcom/src/wl/sys/wl_linux.o] Error 1
make[1]: *** [_module_/home/martinus/driver_broadcom] Error 2
make[1]: Leaving directory `/usr/src/linux-2.6.37'
make: *** [all] Error 2

Read More ..

Tags: , , , ,

Perlukah Suami Istri Memiliki Rekening Bersama ?



Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 662/XIII

Rekening bersama adalah rekening yang dimiliki atas nama dua orang, di mana biasanya kedua orang pemilik itu sama-sama memiliki hak untuk menarik uang tersebut. Dalam keluarga, Rekening bersama biasanya dimiliki oleh suami istri.

Namun ada kalanya rekening bersama hanya jadi sebutan belaka. Ada suami-istri yang memiliki rekening untuk digunakan bersama, tapi atas namanya hanya pada satu orang saja. Ini –secara tidak resmi– bisa juga kita sebut sebagai rekening bersama.

Sebagai pasangan suami-istri, mungkin sering timbul pertanyaan apakah Anda berdua perlu menyatukan uang Anda dalam satu rekening atau tidak. Nah, sebelum Anda memutuskan untuk menyatukan uang Anda dalam satu rekening, perlu diketahui bahwa ada banyak efek positif maupun negatif yang akan terjadi. Dan juga yang paling penting, apa motivasi terbesar Anda menyatukan uang Anda berdua dalam satu rekening.

Motivasi terbesar pasangan suami-istri ketika menyatukan uang mereka dalam satu rekening biasanya adalah karena mereka ingin mempunyai sesuatu yang dimiliki bersama (dan kalau perlu atas nama bersama), sehingga pada akhirnya akan meningkatkan rasa kebersamaan di antara mereka.
Read More ..

Tags: ,