Archive for the ‘Linux’ Category

Membuat Laptop Anda Tetap Dingin di Slackware

Saturday, February 19th, 2011

Barusan tidak sengaja baca-baca tulisan om Walecha yang berjudul Mengakali Panasnya CPU, dan ternyata cocok dengan kondisi saya yang akhir-akhir ini merasa laptop jadi sering banget menjadi panas (untungnya belum pernah sampai restart sendiri gara-gara masalah kepanasan) :D Nah ternyata di Slackware 13.0 yang saya gunakan “by default” belum ada tool bernama cpufrequtils :(

Nah buat teman-teman yang masih menggunakan Slackware 13.0 seperti saya, silahkan download dahulu slackbuild script cpufrequtils dan install pada laptop teman-teman :) dan dibawah ini adalah hasil perintah cpufreq-info yang terdapat di laptop yang saya gunakan :

root@martinusadyh:[/media/data/SLACKBUILDS/cpufrequtils]# cpufreq-info
cpufrequtils 005: cpufreq-info (C) Dominik Brodowski 2004-2006
Report errors and bugs to cpufreq@vger.kernel.org, please.
analyzing CPU 0:
  driver: acpi-cpufreq
  CPUs which need to switch frequency at the same time: 0
  hardware limits: 1.20 GHz - 2.10 GHz
  available frequency steps: 2.10 GHz, 1.60 GHz, 1.20 GHz
  available cpufreq governors: ondemand, userspace
  current policy: frequency should be within 1.20 GHz and 2.10 GHz.
                  The governor "ondemand" may decide which speed to use
                  within this range.
  current CPU frequency is 1.20 GHz (asserted by call to hardware).
analyzing CPU 1:
  driver: acpi-cpufreq
  CPUs which need to switch frequency at the same time: 1
  hardware limits: 1.20 GHz - 2.10 GHz
  available frequency steps: 2.10 GHz, 1.60 GHz, 1.20 GHz
  available cpufreq governors: ondemand, userspace
  current policy: frequency should be within 1.20 GHz and 2.10 GHz.
                  The governor "ondemand" may decide which speed to use
                  within this range.
  current CPU frequency is 1.20 GHz (asserted by call to hardware).
root@martinusadyh:[/media/data/SLACKBUILDS/cpufrequtils]#

Dan dibawah ini adalah hasil ketika mencoba menjalankan proses yang sedikit membutuhkan proses CPU :

martinus@martinusadyh:[~]$ cpufreq-info | grep 'CPU frequency'
  current CPU frequency is 1.20 GHz.
  current CPU frequency is 1.20 GHz.
martinus@martinusadyh:[~]$ cpufreq-info | grep 'CPU frequency'
  current CPU frequency is 1.20 GHz.
  current CPU frequency is 2.10 GHz.
martinus@martinusadyh:[~]$ cpufreq-info | grep 'CPU frequency'
  current CPU frequency is 2.10 GHz.
  current CPU frequency is 1.20 GHz.
martinus@martinusadyh:[~]$ cpufreq-info | grep 'CPU frequency'
  current CPU frequency is 1.20 GHz.
  current CPU frequency is 1.20 GHz.

Untuk detail gimana konfigurasinya, silahkan merujuk langsung ke tulisan om Walecha yang berjudul Mengakali Panasnya CPU :)

DocBook Style On WordPress

Saturday, February 19th, 2011

Sebenarnya sudah sejak lama ingin menulis sebuah tulisan atau buku mengikuti gaya penulisan yang terdapat pada DocBook, tapi apa daya sampai sekarang masih belum ada waktu untuk “ngoprek” format yang tersedia di DocBook :D Keinginan saya yang lain yaitu bagaimana meng-integrasikan antara WordPress yang sudah terbukti sebagai CMS (Content Management System) blogging yang paling populer dengan DocBook yang sudah dikenal luas sebagai alat untuk penulisan dokumentasi sebuah software.

Kombinasi struktur buku yang terdapat di DocBook dengan banyak-nya plugin yang tersedia untuk WordPress plus adanya fasilitas komentar, bagi saya ini merupakan sebuah kombinasi yang pas bagi seoarang penulis untuk mem-publish tulisan-nya di Internet :) Plus-nya sebagai penulis yaitu kita bisa langsung mendapatkan respon pembaca melalui fasilitas komentar yang sudah terdapat pada WordPress :D

Nah untuk merealisasikan ide diatas, kemarin saya juga sudah coba iseng-iseng untuk mengimplementasikan-nya pada blog ini. Dan hasilnya bisa teman-teman lihat pada tulisan Berkenalan dengan ISO 8583 Menggunakan Java :) Masih sangat-sangat sederhana sih, tapi setidaknya sudah bisa mencukupi kebutuhan saya saat ini yaitu menulis buku layaknya menulis blog :D plus dapat fasilitas komentar langsung pada bab yang dibahas :)

Nah untuk teman-teman yang ingin mencoba konsep serupa dan ingin tahu apa yang dibutuhkan agar blog kita mempunyai halaman seperti itu, langkah pertama copy paste beberapa script dibawah ini dan simpanlah pada direktori themes yang teman-teman gunakan. Script-script yang diperlukan yaitu :

  1. docbook-archive.php
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11
    12
    13
    14
    15
    16
    17
    18
    19
    20
    21
    22
    23
    24
    25
    26
    27
    28
    29
    
    < ?php
    /* Save this file on /wp-content/themes/<your-themes>/docbook-archive.php
     * where <your -themes> is your current blog themes :)
     * 
     * Template Name: DocBookArchive
     */
    ?>
     
    < ?php get_header(); ?>
     
    <div id="content" class="narrowcolumn">
        < ?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?>
            <div class="post" id="post-<?php the_ID(); ?>">
                <h2>< ?php the_title(); ?></h2>
                <div class="entry">
                    < ?php the_content('<p class="serif">Read the rest of this page &raquo;'); ?>
                    < ?php 
                        global $id; 
                        wp_list_pages('child_of=' . $id . '&title_li=' . '&depth=1');
                    ?>
                </div>
            </div>
            < ?php comments_template(); ?>
            < ?php endwhile; endif; ?>
            < ?php edit_post_link('Edit this entry.', '<p>', ''); ?>
    </div>
    < ?php get_sidebar(); ?>
    < ?php get_footer(); ?>
    </your>

    File docbook-archive.php ini berfungsi sebagai halaman depan untuk semua tulisan yang kita publish :) Sedangkan bagaimana cara pakainya yaitu buatlah sebuah halaman baru dengan nama misalkan Tulisanku kemudian pada opsi Page Attributes pilihlah (no parent) pada opsi Parent dan DocBookArchive pada opsi Template seperti gambar dibawah ini :

    TulisankuEdit
    Cara Penggunaan Template DocBook Archive

    Sedangkan tampilan live-nya adalah seperti gambar dibawah ini :

    DocBookArchiveLive
    Tampilan Halaman Dengan Template DocBook Archive

  2. (more…)

Training Git di Artivisi Intermedia

Wednesday, January 5th, 2011

Buat yang belum tahu apa sih itu GIT dan bagaimana cara menggunakan GIT untuk kebutuhan development sehari-hari, kita dari Artivisi Intermedia akan membuka sebuah training tentang GIT. Sedangkan detail apa saja yang dibahas, silahkan cek dibawah ini :

Berikut silabusnya (1 sesi = 3 jam) :
http://artivisi.com/?cat=28

Berikut jadwalnya :
http://artivisi.com/?page_id=109

Yang mau daftar silahkan langsung isi form :
https://spreadsheets.google.com/viewform?formkey=dC0xbk9yZ2k3MzRjZGRHckpVRlRPYWc6MQ

Pertanyaan tentang training silahkan email ke info@artivisi.com atau email langsung ke saya. Pertanyaan tentang Git, bisa ditanyakan pada saat training :D

MySQLWorkbench 5.2.31 For Slackware

Friday, December 10th, 2010

Hari ini tidak sengaja iseng-iseng main ke project MySQL WorkBench dan ternyata ada update terbaru yaitu versi 5.2.31 yang announcement-nya bisa teman-teman baca di halaman MySQL Workbench 5.2.31 GA Available. Berbeda dari versi-versi sebelum-nya, pada versi ini ternyata MySQL Workbench tidak hanya mengusung tool Data Modelling saja melainkan menyediakan juga Query (sebagai ganti dari MySQL Query Browser) dan Administration (sebagai ganti dari MySQL Administration) (dulu ke 3 tool ini bisa disebut sebagai MySQL GUI Tool)

Nah untuk teman-teman yang penasaran bagaimana tampilan dari MySQL WorkBench terbaru ini, silahkan lihat beberapa screenshot yang terdapat dibawah ini :
WorkspaceMySQLWB
Tampilan Workspace MySQL Workbench
(more…)

Step By Step Installing Oracle 11g Release 2 On Slackware 13.0

Wednesday, December 8th, 2010

Akhirnya kesampaian juga bermain-main dengan Database Oracle di Slackware 13.0 :) dan ternyata proses installasi Oracle tidak semudah yang dibayangkan meskipun saya sudah mengikuti tulisan Menginstall Oracle 10g di Slackware dari mas Budi Ariyanto :( Ok sekarang mari kita mulai saja tahapan-tahapan proses instalasi Oracle pada Slackware 13.0 :)

Sebelum melakukan proses installasi, buatlah 3 group dahulu untuk Oracle yaitu oinstall,dba dan oper dengan cara seperti dibawah ini :

root@martinusadyh:[~]# /usr/sbin/groupadd oinstall
root@martinusadyh:[~]# /usr/sbin/groupadd -g 502 dba
root@martinusadyh:[~]# /usr/sbin/groupadd -g 505 oper

Setelah membuat 3 group tersebut, sekarang buatlah user oracle yang mempunyai primary group oinstall dan secondary group-nya dba dan oper dengan mengetikkan perintah seperti dibawah ini :
(more…)