Martinus Ady H. BloG

Human Knowledge Belongs To The World

Pendakian Gunung Sindoro 3153 Mdpl

| Comments

Mt. Sindoro view from Mt. Sikunir (Doc. Wikipedia)

Setelah pendakian yang gagal ke Cikuray kemarin ditambah dengan racun foto-foto susasana Semeru ketika Jimmy melakukan pendakian bulan Mei kemarin, akhirnya ada kesempatan juga untuk melakukan pendakian lagi di bulan Juni ini dan target yang dipilih adalah Gunung Sindoro/Sindara :)

Sedikit gambaran tentang Gunung Sindoro ini adalah sebuah gunung volkano akftif yang terletak di Temanggung - Jawa Tengah, gunung ini juga berdekatan dengan Gunung Sumbing. Selain letaknya yang berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.153 mdpl). Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo. Masyarakat dikedua daerah itu menyebut Sindoro-Sumbing sebagai Gunung kembar. Keduanya menyimpan potensi wisata yang sangat besar, meskipun belum semuanya bisa dikelola secara maksimal.

Sedangkan untuk jalur pendakian, gunung Sindoro mempunyai 2 buah jalur pendakian yaitu melalui desa Kledung dan Tambi. Sedangkan untuk pendakian yang kita lakukan kali ini, kita memilih menggunakan jalur Kledung karena dari informasi yang terkumpul banyak yang menyarankan melalui jalur ini :) Seperti biasa sebelum mulai pendakian kita juga harus mengumpulkan berbagai macam informasi yang terkait dengan gunung Sindoro, baik mencari melalui Google, tulisan teman-teman pendaki di blog-nya masing-masing, catper teman-teman di forum OANC kaskus dan beberapa groups pendaki di FB saya rasa sangat cukup membantu untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan tentang Gunung Sindoro ini. Dari hasil pencarian dan pengumpulan informasi tersebut, akhirnya kita dapat beberapa poin penting tentang gunung Sindoro yaitu :

  • Gunung Sindoro merupakan tipe gunung gersang, tidak ada mata air disepanjang jalur pendakian.
  • Kondisi jalur pendakian menuju puncak Sindoro berbatu-batu
  • Terdapat 5 pos pendakian dari basecamp
  • Jarak antar pos, basecamp ke pos 1 ~+ 1.5 jam
  • Pos 1 - Pos 2 ~+ 1.5 jam
  • Pos 2 - Pos 3 ~+ 2 jam
  • Pos 3 - Pos 4 ~+ 2 jam
  • Pos 4 - Pos 5 (puncak) ~+ 2 jam
  • Pos yang bisa di buat nge-camp ada di pos 3 yang tempatnya cukup luas
  • Pos 4 tidak bisa dibuat nge-camp, dikarenakan kondisi medan yang miring
  • Pos 5 adalah puncak Sindoro
  • Sebaiknya tidak meninggalkan barang bawaan di pos 3 baik baju, matras, sleeping bag atau carrier karena banyak kasus kehilangan barang yang terjadi di pos 3

(Karena pengalaman di Cikuray yang buta tentang jarak antar pos, untuk pendakian kali ini patokan jarak antar pos harus dimasukkan ke TODO List :D )

Setelah semua poin penting tersebut terkumpul, akhirnya saatnya untuk mulai menerbakan racun kesemua teman dan kenalan baik melalui FaceBook, Twitter maupun secara langsung :D Dan akhir-nya korbanpun berjatuhan, untuk pendakian kali ini saya berhasil ditemani oleh Jimmy Rengga, Dadang Iswanto, Ikhsan Aulia, Rangga Rahmanda dan Maulana Chandra. Sedikit gambaran tentang Gunung Sindoro sudah didapat, personel yang mau berangkat juga sudah siap sekarang tinggal kapan kita akan berangkat. Secara kebetulan, awal bulan Juni ini ada waktu libur yaitu hari Kamis tanggal 06/06/2013 dan jum'at-nya adalah HARPITNAS (Hari Kecepit Nasional). Akhirnya racun-pun ditebar keseluruh personel pendakian yang semuanya sudah bekerja untuk mengambil cuti hari Jum'at, dan ternyata semua personel-pun setuju :D (kecuali Jimmy Rengga dan Dadang Iswanto yang memang hari jum'atnya libur)

Untuk pendakian kali ini, saya berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatu-nya dengan matang. Diawali dengan mulai rajin lari tiap pagi tepat sebulan sebelum pendakian (ya meskipun ga penuh 1 bulan sih :swt2: ) sekalian melengkapi peralatan penunjang yaitu trekking pole untuk membagi beban supaya lutut tidak cepat capek, semua ini dilakukan hanya karena ingin menikmati suasana di puncak Sindoro nantinya dan berkaca dari pengalaman pendakian sebelum-nya yang fisik sudah bener-bener drop waktu di Cikuray karena tanpa persiapan sama sekali :(

Semua persiapan sudah kita lakukan, hari jum'at pun kita semua juga sudah dapat ijin untuk cuti dan masalah terakhir adalah waktu keberangkatan kita. Setelah berdiskusi lebih lanjut, akhirnya kita memutuskan untuk berangkat hari Rabu tanggal 05/06/2013 malam jam 21:00 dari Jakarta menuju ke Temanggung. Dan ternyata mencari bis ke temanggung yang berangkat jam 21:00 dari Jakarta sangat susah sekali :( ada juga itupun kereta yang jam keberangkatan-nya adalah jam 20:30 dan itupun harus naik dari Stasiun Senen sedangkan lokasi kita cukup jauh juga. Jika kita memutuskan untuk naik kereta, takutnya waktu tidak mencukupi karena terkendala macet :(

Secara tidak terduga, saya mendapat sebuah saran dari teman supaya mencoba menggunakan travel saja jika semua opsi transportasi tidak memungkinkan. Dan akhirnya opsi terakhir inilah yang kita coba, yaitu mencoba menggunakan travel untuk menuju ke Temanggung. Seminggu sebelum keberangkatan, akhirnya saya mendatangi agen travel terdekat untuk menanyakan kira-kira berapa ongkos yang diperlukan untuk menuju ke Temanggung. Pihak agen travel mematok harga Rp. 170.000,- untuk tiap orang, dan karena yang berangkat 6 orang sayapun mencoba menego harga tersebut. Proses negosiasi berjalan cukup alot sebenar-nya, dan akhirnya kitapun mendapat potongan sebanyak Rp. 20.000,- untuk tiap orang dan harga Rp. 150.000,- ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena sudah tidak punya opsi lain, akhirnya kita sepakat dengan harga tersebut dan kita informasikan juga ke pihak agen travel bahwa kita akan berangkat tanggal 05/06/2013 jam 21:00. Pihak travel pun akhirnya setuju dan menyanggupi permintaan kita. Dan akhirnya informasi ini kita sebarkan ke semua personel pendakian bahwa kita harus kumpul di kantor Artivisi maksimal jam 20:00 untuk pengecekan barang bawaan untuk terakhir kali dan sekalian bagi-bagi beban :)

Rabu itu tanggal 05/06/2013 kira-kira jam 19:30 Ikhsan Aulia sudah sampai di titik kumpul yang sudah kita tentukan. Sembari menunggu kedatangan Rangga Rahmanda dan Maulana Chandra berkumpul, akhirnya kita berempat coba mengecek lagi kira-kira barang apa saja yang masih perlu kita lengkapin. Dan akhirnya tepat jam 21:00 Rangga Rahmanda dan Maulana Chandra ikutan merapat, setelah melakukan pengecekan secukup-nya tepat jam 21:30 akhirnya kita semua berangkat menuju ke Temanggung dengan menggunakan travel :) Tidak ada yang bisa diceritakan selama perjalanan kita dari Jakarta menuju ke Temanggung selain berbagi cerita tentang pendakian yang sudah pernah dilakukan sebelum-nya, sesekali kita semua tertawa terbahak-bahak ketika Rangga menceritakan bagaimana pengalaman-nya ketika “ngesot” dari Puncak Cikuray sampai Basecamp karena kaki kirinya keseleo (pengalaman Rangga ini juga diceritakan oleh Jimmy di Perjuangan Cikuray Maret 2013) :)

Perjalanan dari Jakarta menuju ke Temanggung yang kita jalani ini benar-benar cukup lama :( karena kita baru sampai ke basecamp gunung Sindoro hari Kamis 06/06/2013 kira-kira jam 13:00, dan ini melebihi perkiraan kita yang kata agen travel bisa sampai ke Temanggung mungkin jam 08:00 pagi :( Ketika kita sampai di basecamp Sindoro cuaca saat itupun juga sedang diguyur oleh hujan yang menyebabkan udara jadi lumayan dingin :)

Basecamp Gunung Sindoro

Setelah menurunkan semua barang bawaan dari travel, akhirnya kitapun melakukan registrasi di basecamp. Disini kita membayar biaya registrasi sebesar Rp. 3.000,- perorang, dan kita diharuskan meninggalkan sebuah KTP. Setelah menyelesaikan urusan registrasi, akhirnya kita diberi 2 buah kertas yang salah satu-nya adalah peta jalur pendakian dan kertas satunya lagi adalah aturan-aturan dasar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama melakukan pendakian.

Rute Pendakian

Sewaktu kita melakukan registrasi, kita juga mendapat tawaran jika ingin naik sebaiknya diantar oleh ojek saja karena bisa menyingkat waktu pendakian dengan hanya membayara biaya sebesar Rp. 10.000,- per orang dan akan diantar sampai ke batas antara ladang penduduk dengan hutan. Tawaran ojek ini sempat kita diskusikan rame-rame, setelah menimbang waktu yang semakin sore akhirnya kita semua sepakat untuk menggunakan jasa tukang ojek untuk mengantar kita sampai menuju batas antara ladang penduduk dengan hutan. Dan akhirnya kita pun berangkat kira-kira jam 13:30 dengan kondisi masih hujan dengan intensitas sedang, setelah berkendara kurang lebih 15 menit akhirnya kita semua sampai di perbatasan antara ladang penduduk dengan hutan. Ketika semua anggota tim sudah berkumpul, kitapun menyelesaikan pembayaran ke tukang ojek baru kemudian kita berdoa bersama supaya kita semua diberi kemudahan dan kelancaran baik ketika naik maupun turun tanpa kekurangan suatu apapun.

Setelah berdoa bersama akhirnya kita benar-benar mulai melakukan pendakian (yiiiiiiiiiahhaaaiiii akhirnya) :) , kondisi perjalanan dari perbatasan ladang penduduk menuju ke pos 2 didominasi hutan yang tidak begitu rapat menurut saya, dan untuk jalur pendakiannya sendiri bisa dikatakan cukup landai dan menyenangkan karena dibeberapa titik kita mendapat jalur naik dan turun kemudian menyebrangi jembatan. Meskipun jalur pendakian-nya sendiri bisa dikatakan landai, tapi ternyata ketika sampai ditengah-tengah perjalanan kita terpaksa bertukar tas karena napas juga sudah ngos-ngosan :D Kira-kira jam 15:00 kitapun akhirnya sampai juga di pos 2, dan kita semua memutuskan untuk istirahat sejenak menghabiskan sebatang rokok disini :)

Ketika Masih Semangat. Dari kiri ke kanan Ikhsan, Saya, Rangga, Chandra, Dadang dan Jimmy'

Puas foto-foto dan beristirahat, akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju ke pos 3 :) Dan ternyata saudara-saudara, perjalanan dari pos 2 menuju ke pos 3 ini tidak selandai dari pos 1 ke pos 2 (setidaknya bagi tim kita) :D kwkwkw dan ini terbukti dengan bertumbang-nya satu persatu anggota tim ini (kecuali Jimmy dan Dadang yang ternyata punya dengkul racing :( ) :D

Kondisi Jalur Pendakian Menuju Pos 3

Semua Kelelahan

Setelah beristirahat untuk sekedar mengambil nafas, akhirnya perjalanan kita lanjutkan kembali dengan ditemani kabut yang mulai turun. Sedangkan kondisi jalur pendakian sekarang juga sudah mulai terbuka dan jalanan yang kita lewatipun ikut berubah dari yang tadinya berupa tanah menjadi kombinasi batu dan kerikil. Dari sini, jika kita menengok ke belakang kita akan melihat pemandangan yang sungguh indah yaitu gagah-nya Gunung Sumbing yang terlihat begitu megah. Tapi sayang-nya, karena kabut kita hanya bisa menikmati pemandangan gunung Sumbing secara penuh hanya sebentar saja. Karena tidak begitu lama, awan-pun mulai turun menutupi badan gunung Sumbing.

Jimmy yang Masih Ketawa tawa

Gunung Sumbing Tertutup Awan

Kita sampai di pos 3 kira-kira jam 17:10 dan akhirnya mulai mendirikan tenda di tempat bekas pendaki sebelum-nya. Selain mendapatkan tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda, kitapun juga mendapat bonus yaitu adanya api unggun yang sudah siap untuk digunakan :)

Ngecamp di Pos 3

Akhirnya setelah tenda berdiri, satu persatu dari kita mulai ganti pakaian dengan yang kering baru kemudian mulai masak untuk makan malam dan menu makan malam kita kali ini terhitung cukup mewah yaitu nasi dengan lauk ayam dan telor goreng (kapan lagi kita makan enak :) ) :D Nah sembari makan ini kita juga berdiskusi tentang rencana kapan kita mau summit attack dan barang-barang apa saja yang rencana-nya nanti akan dibawa, karena takut juga sih jika nanti kita ninggalin barang dan ternyata hilang seperti yang di informasikan di basecamp. Setelah makan-makan selesai dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol tanpa kopi :( (ternyata saya lupa bawa kopi :( ), akhirnya diputuskan untuk segera tidur saja dan nanti jam 11:30 kita semua bangun untuk melakukan summit attack sedangkan untuk barang-barang kita akan bawa semua dan hanya meninggalkan tenda saja biar beban tidak terlalu berat.

Tepat jam 20:00 kita semua mulai masuk ke tenda masing-masing, dan berusaha untuk memejamkan mata sembari tidak lupa memasang alarm tepat jam 11:30 agar tidak kesiangan :) Suasana yang sepi dan hanya ditemani dengan suara binatang malam akhirnya menjadi lagu penghantar tidur kita semua, rasa-rasanya saya juga baru saja memejamkan mata tapi sepertinya kondisi diluar tenda sudah ramai. Setelah membuka mata dan mengumpulkan kesadaran, ternyata teman-teman sudah bangun dan mulai masak air untuk membuat minuman hangat. Karena tidak ada kopi, minuman hangat kita kali ini adalah jahe dan susu (untungnya Jimmy sudah beli jahe dan Ikhsan membawa susu). Ditemani dengan segelas jahe panas, sepotong roti dan sebatang rokok, sayapun menikmati dingin-nya malam di Gunung Sindoro sembari samar-samar melihat gagah-nya gunung Sumbing di seberang sana. Tanpa diduga sebelumnya, tiba-tiba Ikhsan mengeluarkan sebuah tripod dan mengabadikan suasana malam ini. Dan reaksi saya adalah sangat-sangat bahagia sekali, akhirnya momen-momen malam hari di alam bisa diabadikan juga :malaikat: (maklum selama ini cuma mengandalkan kamera HP :( )

Menikmati Gagahnya Sumbing dengan Temaram Lampu Kota Temanggung

Puas menikmati gagah-nya Sumbing, akhirnya kita semua mulai packing dengan membawa semua barang-barang dan hanya meninggalkan tenda saja di pos 3 ini. Sebelum mulai perjalanan seperti biasanya kita mulai dengan berdoa dulu baru kemudian mulai trekking kira-kira jam 02:30 pagi (estimasi perjalanan dari pos 3 sampai puncak adalah 4 jam, alamat ga dapat sunrise di puncak :D) dan inilah pengalaman pertama saya trekking dimalam hari :D. Sebenarnya perjalanan dimalam hari ini cukup asyik, karena jarak pandang kita hanya sebatas kemampuan senter yang kita bawa saja. Dan ini cukup membuat saya nyaman, karena yang kita tahu hanya naik naik dan naik saja :D

Ternyata perjalanan malam hari ini tidak semudah yang saya bayangkan, karena tantangan yang saya hadapi sekarang adalah hawa dingin. Apalagi jika tiba-tiba ada angin yang berhembus, brrr berasa sekali dingin-nya meskipun sudah menggunakan jaket 2 lapis (dan kata Jimmy, dingin-nya ini masih belum seberapa jika dibandingkan di Semeru). Selain hawa dingin, tantangan yang saya hadapi adalah rasa-rasanya napas jadi cepet habis (padahal baru jalan berapa langkah sudah ngos-ngos'an :( ).

Perjalanan menuju pos 4 ini benar-benar cukup berat bagi saya, karena rasa-rasanya koq ya ga sampai-sampai :( , ditambah dengan cuaca yang cukup dingin dan Rangga yang mulai mengeluh bahwa dia merasakan kedinginan. Akhir-nya ditengah-tengah perjalanan menuju ke pos 4 kitapun memutuskan untuk beristirahat sebentar sembari membuat sebuah minuman sekedar untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan ini.

Ketika sedang menikmati hangatnya minuman jahe, akhirnya momen sunrise-pun datang. Indah banget euyy, warna merah jingga merona di langit dengan cuaca yang cerah dengan sedikit awan membuat betah berlama-lama menikmati momen ini. Tapi karena kita semua kedinginan, akhirnya momen itupun tidak sempat di abadikan karena kita harus segera melanjutkan perjalanan untuk melawan hawa dingin :( Perjalanan menuju ke pos 4 selanjutnya lumayan menyenangkan meskipun tetap terasa berat, dikarenakan sudah mulai pagi dan akhirnya kita pun bisa menikmati indahnya pemandangan yang terbentang. Jajaran Gunung Merbabu, Merapi dan Sumbing menjadi obat penambah semangat untuk segera mencapai puncak yang masih berapa jauh lagi kita juga tidak tahu :D

Pemandangan Seteleah Sunrise

Puas foto-foto dengan semangat 45 yang membara kita teruskan lagi perjalanan ini karena puncak sepertinya sudah cukup dekat, tapi ternyata titik yang kita anggap merupakan puncak itu ternyata hanyalah sebuah tipuan belaka dan dibalik itu ternyata masih ada bukit lagi yang cukup jauh untuk kita lewati :( Dan akhirnya disini tim dipecah, untuk yang bawa daypack jalan duluan hingga puncak, sedangkan yang lain menyusul dibelakang. Karena beban tas Ikhsan yang cukup berat yang membuat si empunya cukup kecapekan, akhirnya diputuskan untuk saling bertukar tas biar beban juga merata. Setelah beberapa saat berjalan akhirnya terdengar sebuah teriakan yang cukup membuat senang, “Puncak….puncak..puncak…oeyy” teriak Rangga. Maksud hati sih pingin berlari, tapi apa daya untuk kesekian kali-nya terkapar lagi saya :D wkwkwkw. Tetapi meskipun begitu, hati sudah mulai senang karena puncak sudah tidak jauh lagi :) dan perjalananpun kita lanjutkan kembali.

Bukit PHP

Indahnya Pemandangan Ini

Dan akhirnya kira-kira jam 08:00 sayapun berhasil menginjakkan kaki di puncak Gunung Sindoro, baru kemudian teman-teman yang lain ikutan menyusul :) Ya Tuhan terima kasih, karena hamba-Mu ini masih diberikan kesempatan untuk menikmati indah-nya ciptaan-Mu. Pemandangan yang kita saksikan disini benar-benar cukup indah dan inilah puncak pertama bagi saya :gembira: , pemandangan di sini saja sudah cukup indah bagi saya, bagaimana pemandangan yang tersaji jika ke gunung-gunung yang lebih terkenal lain-nya ya ? Wah pasti lebih indah dari ini sepertinya, kata saya dalam hati :)

Puncak Sindoro Akhirnya

Dipuncak kita juga sempat berkenalan dengan rekan-rekan dari NEPALA yang berbaik hati berbagi kopi-nya dengan kita, karena kita ga bawa kopi sama sekali :( Begitu indah dan damai rasanya, karena sepanjang mata memandang hati ini tidak berhenti untuk bersyukur. Akhirnya sembari bersantai menikmati suguhan alam ini, ada beberapa teman yang menghabiskan waktunya dengan berfoto-foto. Sedangkan saya sendiri, mencoba menikmati suguhan alam ini dengan sebatang rokok dan segelas kopi dulu baru kemudian ikutan untuk foto-foto :D

Kawah Gunung Sindoro

Gunung Sumbing di Selimuti Awan

Foto Keluarga di Puncak Sindoro

Tepat jam 09:00 akhirnya kita semua memutuskan untuk turun setelah melihat awan hitam yang mulai turun, dan yang kita takutkan adalah kabut yang nanti akan menghalangi pandangan kita jika tidak segera turun. Karena kita masih meninggalkan tenda di pos 3 yang rawan dengan kehilangan barang, akhirnya Jimmy dan Dadang memutuskan untuk turun duluan sembari mengecek apakah tenda kita masih berdiri ditempatnya atau tidak :D Setelah kepergian Jimmy dan Dadang, akhirnya kita berempat menyusul turun dengan berjalan pelan-pelan (karena yang didepan ternyata saya yang paling lemot, maklum dengkul masih standart :D)

Tidak ada yang spesial ketika berjalan turun, yang terasa hanya capek dan jempol kaki saya yang rasanya makin lama makin sakit :( Akhirnya ditengah perjalanan, dengan terpaksa saya berganti alas kaki yang tadinya sepatu jadi menggunakan sendal. Rasa sakit sudah sedikit berkurang, tapi berganti dengan licin-nya jalur yang sempat membuat beberapa kali saya jatuh terpeleset :D Tapi untung-nya, akhirnya saya tiba juga di pos 3 kira-kira jam 12:00 siang dan merupakan peserta terakhir yang mencapai garis finish.

Oleh-oleh dari Sindoro

Sebelum memutuskan untuk turun, kita istirahat dahulu di pos 3 ini sembari masak untuk makan siang. Dan akhirnya kira-kira jam 14:30 setelah semua peralatan telah selesai di packing akhirnya kita pun mulai turun. Dan seperti biasa, saya akhirnya tetap jadi peserta yang paling bontot :D disaat yang lain sudah sampai pos 2 saya masih tertatih-tatih menuju ke pos 2 dan akhirnya saya tiba dengan selamat di pos 2 kurang lebih jam 17:00. Karena waktu sudah mulai gelap, di pos 2 ini saya tidak beristirahat lama-lama. Cukup menenggak seteguk air dan kemudian melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju ke perbatasan antara hutan dan ladang penduduk, dan akhirnya saya sampai di perbatasan hutan dan ladang penduduk kurang lebih jam 18:00 dengan selamat (fyuuuh benar-benar perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan bagi saya pribadi) dan kemudian langsung menuju basecamp dengan diantar oleh abang-abang ojek yang baik hati :) (abang ojek, jasamu benar-benar sungguh berarti bagi saya :nangis2: )

Ketika sampai basecamp, ternyata teman-teman yang lain berencana ingin langsung kembali ke Jakarta supaya hari minggu-nya benar-benar bisa untuk istirahat. Akhirnya kitapun bertanya ke abang-abang ojek di basecamp “apakah bis dari Wonosobo menuju Jakarta masih ada jam segini pak ? ” dan yang membuat saya kaget adalah, para abang ojek disana beserta teman-teman dari basecamp juga ikut membantu mencarikan solusi. Karena jika di hitung-hitung dengan jarak antara basecamp ke terminal Wonosobo yang memakan waktu ~+ 1 jam, maka waktu kita benar mepet karena bis terakhir yang menuju ke Jakarta dari Wonosobo berangkat jam 19:00 dan yang ditakutkan adalah jika kita sampai di terminal ternyata sudah tidak ada bis.

Akhirnya setelah berdiskusi baik dengan abang-abang ojek dan beberapa orang tua yang ada di basecamp, akhirnya kita putuskan untuk mengikuti saran yang diberikan yaitu naik bis dari terminal Wonosobo menuju Purwakarta baru kemudian dari Purwakarta menuju Jakarta. Dan kitapun akhirnya berangkat untuk menuju ke terminal Wonosobo, eh tapi ternyata kita tidak diajak masuk ke dalam terminal Wonosobo melainkan kita dicarikan bis yang langsung mau berangkat menuju Purwakarta (kata abang-abang ojek waktu itu, supaya bisa ngejar bis yang ke Jakarta mas) Wah baik sekali batin saya, kemudian kita pun pamit untuk segera naik bis tapi disini saya merasa heran untuk kedua kali-nya; karena ketika kita mau naik bis kita semua diajak bersalam-salaman layaknya teman lama yang mau berpisah dan waktu kita bersalaman tersebut abang-abang ojek itu berkata “Mas hati-hati dijalan ya, jangan lupa besok-besok kembali lagi kesini. Besok saya antar sampai pos 2 lo mas, soalnya jalannya sudah mau di semen” dan kita semua pun sempat tersenyum. Dalam hati saya berkata jarang banget ada abang-abang ojek yang perhatian seperti ini, dan baru kali ini saya merasa bahwa mereka bukan sebagai abang ojek melainkan sebagai teman.

Perjalanan dari Wonosobo - Purwakarta saya lalui dengan tidur pulas, dan kurang lebih jam 22:00 akhirnya kita sampai juga di terminal Purwakarta dengan selamat. Tapi apa daya, ternyata bis yang menuju ke Jakarta sudah tidak ada. Kalau mau harus menunggu besok pagi, dan disarankan untuk naik bis yang ke arah Bandung baru kemudian dari Bandung lanjut ke Jakarta. Yach… apa boleh buat, setelah mengisi perut di terminal Purwakarta akhirnya kita pun naik bis terakhir yang menuju ke Bandung tepat jam 23:00 dan turun di daerah Leuwipanjang kurang lebih jam 05:30 dan langsung di lanjut dengan bis Garut - Jakarta. Disini ada kejadian lucu, kita berlima terpisah dengan Ikhsan yang ternyata belum naik bis ketika bis yang kita naiki mulai berangkat :( Akhirnya perjalanan dari Leuwipanjang - Jakarta kita jalani tanpa kehadiran Ikhsan yang ternyata naik bis dibelakang kita, dan kira-kira jam 08:00 akhirnya kita tiba di Pasar Rebo kemudian lanjut menuju ke pangkalan jati dengan menggunakan taksi. Tepat jam 09:00 akhirnya kita berlima sampai dengan selamat sampai di kantor Artivisi tanpa kekurangan suatu apapun kecuali Ikhsan yang tertinggal bis :D

Perjalanan ini bagi saya benar-benar perjalanan yang sangat menakjubkan, karena semua keinginan dan impian saya akhirnya menjadi kenyataan :) , dan dari perjalanan ini ada beberapa pelajaran yang bisa saya petik yaitu :

  1. Perlu latihan fisik yang lebih keras dan rutin, biar tidak cepat capek terutama napas saya yang gampang sekali ngos-ngosan
  2. Benar kata Jimmy kalau pendakian sebaiknya membawa Pocari Sweat karena jadi tidak gampang haus dibanding minum air biasa
  3. Perlu belajar lagi pengaturan nafas dan ilmu berjalan di gunung (pernah dibahas di forum OANC)
  4. Kalau mau naik, siapkan todo list apa saja yang harus dibawa. Karena kemarin kopi yang harusnya jadi menu wajib tidak terbawa karena kelupaan :(

Dan rincian biaya pengeluaran selama perjalanan kita kali ini adalah sebagai berikut : Rincian Biaya

Dengan sukses-nya perjalanan ini, saya merasa perlu mengucap terima kasih kepada :

  1. Tuhan YME yang sudah memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk mengagumi keagungan ciptaan-Nya
  2. Ikhsan Aulia, makasih ya gan sudah mau dipaksa jadi fotografer dadakan.
  3. Jimmy Rengga, yang sudah menemani perjalanan dari pos 2 sampai perbatasan ladang penduduk hingga kepleset-pleset
  4. Jimmy Rengga, Dadang Iswanto, Ikhsan Aulia, Rangga Rahmanda dan Maulana Chandra, yang mau menerima racun saya dan menjadi partner dalam pendakian kali ini :)
  5. Teman-teman pendaki yang ditemui baik di groups FB, forum OANC kaskus maupun yang sudah menuliskan pengalaman-nya di blog, tulisan teman-teman jadi referensi utama kita

Referensi-referensi:

  1. Sindoro dan Sumbing, Gunung kembar yang menantang
  2. Pendakian Gunung Sindoro
  3. Puncak 7 Lapangan Gunung Sindoro
  4. Dendam dari Sindoro
  5. Pendakian Gunung Sindoro via Kledung

Beri Komentar Lewat Facebook:

Beri Komentar Lewat Disqus: