Archive for February, 2010

Installing JBoss Application Server 5.1.0 on CentOS 5.4

Thursday, February 18th, 2010

Nah setelah kemarin kita berhasil meng-install CentOS yang difungsikan sebagai Server, sekarang mari kita coba install sebuah Java EE Application Server diatas-nya yaitu JBoss Application Server (AS). Nah buat yang belum tahu apa sih JBoss Application Server itu, JBoss Application Server ini merupakan sebuah Java EE Application Server yang berbasis pada spesifikasi Java EE versi 5 (sampai versi sekarang (versi 5.1.0) JBoss Application Server ini belum mendukung spesifikasi Java EE versi 6). Nah kalau bicara tentang Java EE Application Server JBoss Application Server ini sekelas dengan beberapa nama besar lain-nya yaitu Oracle WebLogic dan Glassfish Application Server.

Yang perlu teman-teman ketahui selain hal-hal diatas yaitu bahwa JBoss Application Server ini dulu-nya dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama JBoss, setelah dibeli oleh Red Hat akhir-nya JBoss ini sekarang menjadi sebuah divisi di Red Hat yang bergerak pada bidang aplikasi middleware dengan sifat opensource. Sedangkan fitur-fitur yang dibawa oleh JBoss Application Server ini adalah :

  • Clustering
  • Failover (including sessions)
  • Load Balancing
  • Distributed caching (using JBoss Cache, a standalone product)
  • Distributed deployment (farming)
  • Deployment API
  • Management API
  • Aspect-Oriented Programming (AOP) support
  • JSP/Servlet 2.1/2.5 (Tomcat)
  • JavaServer Faces 1.2 (Mojarra)
  • Enterprise Java Beans versions 3 and 2.1
  • JNDI (Java Naming and Directory Interface)
  • Hibernate-integration (for persistence programming; JPA)
  • JDBC
  • JTA (Java Transaction API)
  • Support for Java EE-Web Services like JAX-WS
  • SAAJ (SOAP with Attachments API for Java)
  • JMS (Java Message Service) integration
  • JavaMail
  • RMI-IIOP (JacORB, alias Java and CORBA)
  • JAAS (Java Authentication and Authorization Service)
  • JCA (Java Connector Architecture)-integration
  • JACC (Java Authorization Contract for Containers)-integration
  • Java Management Extensions

Hm.. mantap kan dan JBoss Application Server ini juga open source loh :) , nah gimana tertarik mencoba JBoss Application Server ini sebagai server utama ? Klo iya, mari kita lanjutkan dengan meng-install JBoss Application Server ini pada mesin CentOS yang sudah kita persiapkan sebelum-nya. Sebelum mulai meng-install persiapkan dahulu beberapa kebutuhan yang akan kita gunakan agar JBoss Application Server ini dapat berjalan dengan mulus di server yang sudah kita siapkan. Untuk perlengkapan yang digunakan pada tulisan ini yaitu :

Note: Pada tulisan ini saya me-remove semua versi java bawaan CentOS dan mengganti-nya dengan SunJDK, jadi sebelum menginstall SunJDK hapuslah dahulu OpenJDK dan GCJ yang dibawa oleh CentOS.
(more…)

Step By Step Installing CentOS 5.4

Wednesday, February 17th, 2010

Tulisan kali ini murni untuk dokumentasi pribadi saya dan diperuntukkan bagi teman-teman yang masih baru banget di dunia GNU/Linux dan ingin bermain-main dengan distro CentOS (The Community Enterprise Operating System). Buat teman-teman yang belum tahu apa sih distro CentOS ini, distro ini adalah merupakan versi Community dari distro komersial yaitu Red Hat Enterprise Linux (RHEL) nah jadi buat teman-teman yang ingin merasakan versi Red Hat Enterprise Linux (RHEL) tapi belum punya pikiran untuk beli subscription-nya mungkin distro ini cocok untuk anda. Sedangkan pada tulisan kali ini, versi CentOS (The Community Enterprise Operating System) yang digunakan yaitu versi 5.4 untuk mesin 32 bit dan dicoba di VirtualBox (harusnya sih bisa langsung di implement di real komputer):)

Ok sekarang mari kita mulai permainan-nya :) Langkah awal yang pasti yaitu masukkan cd installer CentOS (The Community Enterprise Operating System) ke dalam cd/dvd rom kemudian aturlah BIOS di komputer anda agar dapat boot melalui cd/dvd rom. Setelah semua-nya selesai, sekarang tunggu-lah beberapa saat hingga tampilan installer CentOS (The Community Enterprise Operating System) tampil seperti gambar dibawah ini:

Screenshot
Tampilan Awal Installer CentOS

Setelah terlihat tampilan seperti diatas, tekan saja tombol ENTER untuk memulai proses installasi. Setelah kita menekan tombol ENTER maka pada layar selanjutnya adalah proses pengecekan cd installer. Skip saja bagian ini dengan memilih tombol Skip seperti gambar dibawah ini :

Screenshot-5
Tekan Tombol Skip Untuk Pengecekan CD Installer

(more…)

Linux Monitoring Utility

Saturday, February 13th, 2010

Sedang mencari aplikasi monitoring yang berbasis CLI (Command Line Interface) di Sistem Operasi GNU/Linux ? Mungkin untuk teman-teman yang sudah lama bermain-main di dunia jaringan sudah tidak asing lagi dengan semua aplikasi yang terdapat pada tulisan ini :D tapi ini merupakan hal baru buat saya :) Semalam secara tidak sengaja saya membaca artikel 20 Linux System Monitoring Tools Every SysAdmin Should Know yang akhir-nya membuat saya menemukan tools saya cari-cari selama ini :) dan tool-tools tersebut yaitu :

  1. NetHogs
    NetHogs ini adalah sebuah tool yang berfungsi sebagai bandwith monitoring, sedangkan fitur-fitur yang dibawa oleh NetHogs adalah :

    • Dapat menampilkan speed upload dan download per proses,
    • Mendukung IPv4 dan IPv6 dan
    • Mendukung Ethernet dan PPP

    Nah untuk menjalankan aplikasi NetHogs ini, teman-2x harus menggunakan akses super user atau root kemudian tinggal mengetikkan perintah nethogs saja di terminal. Dan tampilan dari aplikasi NetHogs ini adalah sebagai berikut :

    nethogs
    Untuk keluar dari aplikasi nethogs, tekan tombol q

    Sebelum mulai meng-install aplikasi NetHogs ini, pastikan dahulu bahwa library libpcap dan ncurses telah ter-install di Sistem Operasi GNU/Linux teman-teman. Jika sudah, maka teman-teman bisa meng-install melalui repository dari distribusi yang teman-teman gunakan atau langsung menuju pada situs project NetHogs-nya langsung.

  2. iftop
    Tool yang kedua adalah iftop, dan tool ini sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan NetHogs. Perbedaan-nya adalah kalau iftop ini menampilkan network traffic-nya berdasarkan host dan service sedangkan NetHogs tidak. Untuk menjalankan aplikasi iftop ini, teman-2x harus menggunakan akses super user atau root kemudian tinggal mengetikkan perintah iftop saja di terminal. Dan tampilan dari aplikasi iftop adalah seperti gambar dibawah ini:

    iftop
    Untuk keluar dari aplikasi nethogs, tekan tombol q

    Sedangkan untuk dependencies library-nya, pastikan bahwa library libpcap dan ncurses telah ter-install. Dan jika sudah, install-lah iftop melalui repository yang sesuai dengan distro yang digunakan. Dan jika tidak ada, maka teman-teman dapat men-download source code-nya dari situs project iftop untuk kemudian melakukan proses kompilasi dan instalasi secara manual :)

  3. (more…)

Tampilan MacOSX di NetBeans IDE

Monday, February 1st, 2010

Kemarin habis baca-baca tulisan dari Pak Kaiser tentang Mengubah Tampilan IDE Netbeans dengan menggunakan Quaqua Look and Feel. Ga nyangka, ternyata Quaqua Look and Feel bisa jalan dengan mulus juga di Sistem Operasi GNU/Linux :) dan disini cara yang saya gunakan berbeda dengan cara yang digunakan oleh Pak Kaiser yang mengkopikan library Quaqua Look and Feel kedalam direktori JAVA_HOME. Nah cara yang paling sederhana yaitu gunakan opsi –cp:p [tempat_file_jar_diletakkan], jika ada 2 file jar yang ingin masuk kedalam CLASSPATH gunakan pemisah : (titik dua) untuk GNU/Linux dan ; (titik koma) untuk Microsoft Windows. Jika digabungkan, kira-kira perintah-nya kurang lebih seperti dibawah ini :

martinus@martinusadyh:[~/Desktop/Quaqua]$ /bin/sh "/opt/netbeans-6.8/bin/netbeans" --cp:p /home/martinus/Desktop/Quaqua/dist/quaqua.jar:/home/martinus/Desktop/Quaqua/dist/swing-layout.jar --laf ch.randelshofer.quaqua.QuaquaLookAndFeel -J-DQuaqua.selectionStyle=bright -J-DQuaqua.opaque=true -J-DQuaqua.tabLayoutPolicy=wrap

Agar benar-benar kelihatan seperti di Mac beneran, sekarang download dulu font Monaco (Monaco adalah Monospace font untuk Mac OS) dari sini kemudian pasangkan pada NetBeans IDE anda :) dan jika sudah kurang lebih tampilan-nya menjadi seperti gambar dibawah ini :

source
Tampilann NetBeans Menggunakan Font Monaco
SwingQuaqua
Tampilan Java Swing Dengan LAF Quaqua

Hm… mantap juga ternyata yah tampilan-nya :) Cuma sayang-nya koq perasaan ga jauh beda ama Look And Feel GTK yakz ? :D Tapi gapapa lah, yang penting bisa cobain :)

Link-link terkait :
- Mengubah Tampilan IDE Netbeans
- Quaqua Look and Feel