Linux Monitoring Utility
Sedang mencari aplikasi monitoring yang berbasis CLI (Command Line Interface) di Sistem Operasi GNU/Linux ? Mungkin untuk teman-teman yang sudah lama bermain-main di dunia jaringan sudah tidak asing lagi dengan semua aplikasi yang terdapat pada tulisan ini
tapi ini merupakan hal baru buat saya
Semalam secara tidak sengaja saya membaca artikel 20 Linux System Monitoring Tools Every SysAdmin Should Know yang akhir-nya membuat saya menemukan tools saya cari-cari selama ini
dan tool-tools tersebut yaitu :
- NetHogs
NetHogs ini adalah sebuah tool yang berfungsi sebagai bandwith monitoring, sedangkan fitur-fitur yang dibawa oleh NetHogs adalah :- Dapat menampilkan speed upload dan download per proses,
- Mendukung IPv4 dan IPv6 dan
- Mendukung Ethernet dan PPP
Nah untuk menjalankan aplikasi NetHogs ini, teman-2x harus menggunakan akses super user atau root kemudian tinggal mengetikkan perintah nethogs saja di terminal. Dan tampilan dari aplikasi NetHogs ini adalah sebagai berikut :

Untuk keluar dari aplikasi nethogs, tekan tombol qSebelum mulai meng-install aplikasi NetHogs ini, pastikan dahulu bahwa library libpcap dan ncurses telah ter-install di Sistem Operasi GNU/Linux teman-teman. Jika sudah, maka teman-teman bisa meng-install melalui repository dari distribusi yang teman-teman gunakan atau langsung menuju pada situs project NetHogs-nya langsung.
- iftop
Tool yang kedua adalah iftop, dan tool ini sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan NetHogs. Perbedaan-nya adalah kalau iftop ini menampilkan network traffic-nya berdasarkan host dan service sedangkan NetHogs tidak. Untuk menjalankan aplikasi iftop ini, teman-2x harus menggunakan akses super user atau root kemudian tinggal mengetikkan perintah iftop saja di terminal. Dan tampilan dari aplikasi iftop adalah seperti gambar dibawah ini:
Untuk keluar dari aplikasi nethogs, tekan tombol qSedangkan untuk dependencies library-nya, pastikan bahwa library libpcap dan ncurses telah ter-install. Dan jika sudah, install-lah iftop melalui repository yang sesuai dengan distro yang digunakan. Dan jika tidak ada, maka teman-teman dapat men-download source code-nya dari situs project iftop untuk kemudian melakukan proses kompilasi dan instalasi secara manual
- vnStat
Tool ketiga ini juga tidak jauh-jauh dari network traffic
, cuma yang membedakan-nya yaitu vnStat ini menurut saya lebih verbose dari ke dua tool diatas. Dan yang lebih keren lagi, vnStat ini dapat menampilkan informasi tentang network traffic kita berdasarkan periode waktu
Ini dimungkinkan karena vnStat berjalan sebagai daemon, dan agar dapat berjalan sesuai dengan rencana maka kita harus melakukan konfigurasi terlebih dahulu.
Untuk pengguna GNU/Linux Slackware, kita dapat menggunakan build script yang dapat di download dsini untuk melakukan proses installasi vnStat. Setelah melakukan proses installasi, beri akses executable pada file /etc/rc.d/rc.vnstat dengan perintah chmod +x /etc/rc.d/rc.vnstat kemudian jalankan daemon vnStat dengan mengetikkan perintah /etc/rc.d/rc.vnstat start seperti dibawah ini:
root@martinusadyh:[~]# chmod +x /etc/rc.d/rc.vnstat root@martinusadyh:[~]# /etc/rc.d/rc.vnstat start
Setelah service vnStat ini berjalan, kita bisa melihat beberapa opsi dengan mengetikkan perintah vnstat -h seperti dibawah ini :
root@martinusadyh:[~]# vnstat --help vnStat 1.10 by Teemu Toivola
-q, --query query database -h, --hours show hours -d, --days show days -m, --months show months -w, --weeks show weeks -t, --top10 show top10 -s, --short use short output -u, --update update database -i, --iface select interface (default: eth0) -?, --help short help -v, --version show version -tr, --traffic calculate traffic -ru, --rateunit swap configured rate unit -l, --live show transfer rate in real time See also "--longhelp" for complete options list and "man vnstat". root@martinusadyh:[~]# Nah silahkan dicoba-coba sendiri opsi-opsi yang terdapat pada vnStat, dan yang membuat saya tertarik dengan vnStat ini adalah dia bisa membuat sebuah grafik seperti gambar dibawah ini :
- htop
Tool ke empat ini yaitu htop yang fungsi-nya untuk menampilkan seluruh proses yang dijalankan pada Sistem Operasi GNU/Linux secara interactive mirip seperti perintah top, nah yang membedakan antara htop dan top adalah :- Pada htop kita dapat melakukan scrolling secara horisontal maupun vertikal untuk melihat semuua proses dan perintah, di top hal ini tidak bisa dilakukan
- Pada htop kita tidak perlu mengetikkan lagi process number untuk meng-kill sebuah proses
- Pada htop mendukung penuh pengoperasian menggunakan mouse, di top tidak
Sedangkan untuk menggunakan aplikasi htop ini, kita tidak perlu lagi menjadi super user atau root. Tinggal ketikkan perintah htop pada terminal, maka terminal teman-teman akan terlihat kurang lebih seperti gambar dibawah ini :

Tampilan default htop
Tampilan htop dengan tree viewerUntuk dependencies library-nya sama dengan dua aplikasi sebelum-nya yah, dan situs resmi dari project htop bisa dilihat sini
- DSTAT
Nah tool yang terakhir yaitu dstat, tool ini digunakan untuk menampilkan informasi statistik sistem secara lebih detail. Selain bisa digunakan untuk membandingkan network traffic kita juga bisa membandingkan penggunaan disk secara langsung. Sedangkan tampilan dari aplikasi dstat kurang lebih seperti gambar dibawah ini :

Tampilan dstat, tekan CTRL+C untuk keluar dari aplikasi
Nah bagaimana teman-teman mantap kan
Saya juga baru tahu koq
yah setidak-nya lumayan lah kalau suatu saat saya dapat pertanyaan berapa KB paket yang dikirim oleh aplikasi saya ke server
Jawab-nya jadi lebih mudah, apalagi kalau disertai dengan grafik-nya wah mantap
Referensi-refensi:
- Slackware Build Script Repository
- 20 Linux System Monitoring Tools Every SysAdmin Should Know
- NetHogs Project
- iftop Project
- vnstat project
- htop Project
- dstat Project


@AliAchmad : Sama-sama mas
Wahh ,baguuss ni tutorialnya .. bookmark & try …makasih ya
sep, ntar dicoba
@tundra: wkkwkwwk… sama2x om
ane jg baru tahu koq
Wah kebetulan nih..ada tutorial ini… Thank’s atas tutorialnya.