Martinus Ady H. BloG

Human Knowledge Belongs To The World

Optimasi Filesystem Ext4

| Comments

Apakah anda seorang programmer java yang menggunakan sistem operasi utama Linux ? Apakah anda pernah merasa ketika proses kompilasi membutuhkan waktu yang lama ? Jika iya, maka nasib anda sama dengan saya :) Tapi jangan bersedih dahulu, apakah pernah terlintas di pikiran anda untuk melakukan optimasi filesystem ? Tahukah anda bahwa pemilihan filesystem dan opsi mount yang tepat bisa mempercepat proses kompilasi yang kita lakukan ?

Sebenarnya tulisan ini adalah hasil dari rasa kecewa saya ketika setelah melakukan penggantian hard disk ke SSD (Solid State Drive) dengan harapan supaya proses kompilasi menjadi cepat (target/harapan awal saya adalah kalau bisa < 1 menit :D ), tetapi yang terjadi adalah proses kompilasi hanya lebih cepat ~+ 50% dibandingkan ketika menggunakan hard disk seperti gambar dibawah ini :( (Catatan: Ketika menggunakan hard disk, dengan proses yang sama membutuhkan waktu ~+ 6 menit)

Setelah Menggunakan SSD

Disable Recent Files in Linux Mint 17

| Comments

Sejak menggunakan Mint 17 yang mengusung Cinnamon 2.2 sebagai Desktop Managernya dan Nemo 2.2.4 sebagai file browser-nya, saya belum menemukan bagaimana cara untuk men-disable menu Recent Files baik di Cinnamon dan di Nemo :‘( Karena sudah terbiasa tidak menggunakan menu Recent Files dan hasil pencarian di Google yang saya lakukan hanya berhasil di jalankan di Nemo saja1 (dengan penempatan dan nama file yang berbeda :( ) , akhirnya mau tidak mau untuk men-disable recent files di Cinnamon harus dicari sendiri :( .

Setelah melakukan trial and error beberapa kali, akhirnya saya bisa juga men-disable menu Recent files baik di Cinnamon dan Nemo :) . Ada 2 langkah dan 2 file yang harus di edit yang saya lakukan yaitu :

  • Disable Recent Files in Cinnamon 2.2

    Menu Recent Files di Cinnamon yang saya maksud disini adalah menu yang akan tampil ketika kita menekan tombol Menu seperti terlihat pada screenshot dibawah ini :

    Menu Recent Files di Cinnamon

Setup Octopress in Linux Mint

| Comments

Sudah sejak lama sebenarnya saya migrasi blog dari platform WordPress ke static blog, alasan utama-nya adalah ingin mengejar loading page yang lebih cepat dan supaya setiap postingan saya bisa di simpan di Git (tentu-nya dengan menggunakan repo gratisan di GitHub) :D :) Dari banyak-nya pilihan static blog generator yang bisa dilihat di StaticGen, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan Octopress dikarenakan Octopress merupakan static blog generator yang paling populer saat ini dan tutorial setup-nya juga sudah dibuatkan oleh pak Endy Muhardin di tulisan Terima Kasih WordPress :D

Nah yang jadi masalah saya adalah karena Octopress ini dibuat dengan bahasa pemrograman ruby yang mana saya bener-bener buta :( . Karena kemarin sempat 3 kali setup ruby untuk kepentingan Octopress baru berhasil dan sukses menjalankan perintah rake generate && rake preview, akhirnya saya putuskan untuk men-dokumentasikan langkah-langkah tersebut pada postingan kali ini :)

Semua langkah-langkah ini dijalankan di sistem operasi Linux Mint 17 dengan kondisi fresh install , jadi memang semua kebutuhan juga belum ada. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah install dulu library yang dibutuhkan dengan menjalankan perintah sudo apt-get install autoconf bison build-essential libssl-dev libyaml-dev libreadline6 libreadline6-dev zlib1g zlib1g-dev curl seperti dibawah ini :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
martinusadyh@martinusadyh ~ $ sudo apt-get install autoconf bison build-essential libssl-dev libyaml-dev libreadline6 libreadline6-dev zlib1g zlib1g-dev curl
Reading package lists... Done
Building dependency tree       
Reading state information... Done
libreadline6 is already the newest version.
zlib1g is already the newest version.
The following packages were automatically installed and are no longer required:
  libmysqlcppconn7 libodbc1 libvsqlitepp3 python-pyodbc
Use 'apt-get autoremove' to remove them.
The following extra packages will be installed:
  dpkg-dev g++ g++-4.8 libbison-dev libc-dev-bin libc6-dev libstdc++-4.8-dev
  libtinfo-dev libyaml-0-2 m4
Suggested packages:
  autoconf2.13 autoconf-archive gnu-standards autoconf-doc libtool bison-doc
  debian-keyring g++-multilib g++-4.8-multilib gcc-4.8-doc libstdc++6-4.8-dbg
  glibc-doc libstdc++-4.8-doc
Recommended packages:
  automake automaken libalgorithm-merge-perl libssl-doc
The following NEW packages will be installed:
  autoconf bison build-essential dpkg-dev g++ g++-4.8 libbison-dev
  libc-dev-bin libc6-dev libreadline6-dev libssl-dev libstdc++-4.8-dev
  libtinfo-dev libyaml-0-2 libyaml-dev m4 zlib1g-dev
0 upgraded, 17 newly installed, 0 to remove and 44 not upgraded.
Need to get 13.6 MB of archives.
After this operation, 56.7 MB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y
...
...
Setting up libreadline6-dev:amd64 (6.3-4ubuntu2) ...
Setting up zlib1g-dev:amd64 (1:1.2.8.dfsg-1ubuntu1) ...
Setting up libssl-dev:amd64 (1.0.1f-1ubuntu2.5) ...
Setting up libyaml-dev:amd64 (0.1.4-3ubuntu3) ...
Processing triggers for libc-bin (2.19-0ubuntu6.3) ...
martinusadyh@martinusadyh ~ $

Perjalanan Ke Kasepuhan Ciptagelar

| Comments

Suasana di Belakang Imah Gede

Perjalanan kali ini adalah perjalanan pada tahun lalu, tepatnya pada tanggal 20/10/2013 yang belum sempat di posting :( Awal mula dari perjalanan kali ini adalah ajakan dari om Ar Farid untuk menghadiri acara Seren Taun1 yang diadakan oleh Kasepuhan Adat Ciptagelar kalau tidak salah ingat pada bulan September 2013.

Berdasarkan info dari om Ar Farid, kita berdua akan riding bersama teamnya om Tendy Septiagara yang akan berkumpul di SPBU Warung Jambu - Bogor tepat jam 02:00 dinihari dan akan dilanjutkan riding malam melewati rute Bogor > Ciawi > Jalan Raya Sukabumi > Cikidang > Pelabuhan Ratu dan sarapan di Pelabuhan Ratu sedangkan untuk yang belum tahu tentang tujuan kita kali ini, berikut saya sertakan sedikit penjelasan tentang Kasepuhan Ciptagelar yang saya ambil dari Wikipedia seperti dibawah ini:

Kasepuhan Banten Kidul adalah kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda yang tinggal di sekitar Gunung Halimun, terutama di wilayah Kabupaten Sukabumi sebelah barat hingga ke Kabupaten Lebak, dan ke utara hingga ke Kabupaten Bogor. Kasepuhan (Sd. sepuh, tua) menunjuk pada adat istiadat lama yang masih dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul melingkup beberapa desa tradisional dan setengah tradisional, yang masih mengakui kepemimpinan adat setempat. Terdapat beberapa Kasepuhan di antaranya adalah Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Cisungsang, Kasepuhan Cisitu, Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Citorek, serta Kasepuhan Cibedug[1]. Kasepuhan Ciptagelar sendiri melingkup dua Kasepuhan yang lain, yakni Kasepuhan Ciptamulya dan Kasepuhan Sirnaresmi.

Pemimpin adat di masing-masing Kasepuhan itu digelari Abah, yang dalam aktivitas pemerintahan adat sehari-hari dibantu oleh para pejabat adat yang disebut baris kolot (Sd. kolot, orang tua; kokolot, tetua). Kasepuhan Ciptagelar kini dipimpin oleh Abah Ugi, yang mewarisinya dari ayahnya, Abah Anom, yang meninggal dunia pada tahun 2007. Wilayah pengaruh kasepuhan ini di antaranya meliputi desa-desa Sirnaresmi dan Sirnarasa di Sukabumi. Sementara Kasepuhan Cisungsang berlokasi di Desa Cisungsang wilayah Lebak dipimpin oleh Abah Usep[3].

Salah satu ritual adat tahunan Kasepuhan yang selalu menarik minat masyarakat adalah upacara Seren Taun; yang sesungguhnya adalah pernyataan syukur warga Kasepuhan atas keberhasilan panen padi.

Cara Mudah Mendebug Widget Di Dojo

| Comments

Pernah menggunakan Dojo Toolkit sebagai UI layer? Pernah merasa kalau dokumentasi di Dojo itu sangat sedikit sekali ? Bingung tentang function apa saja yang terdapat di komponen tersebut ? Jika iya berarti sama dengan saya ketika dulu baru pertama kali baru mulai menggunakan Dojo sebagai pilihan untuk sisi UI. Sebenar-nya Dojo merupakan pilihan yang cukup “mumpuni” dibandingkan dengan ExtJS dari sisi kelengkapan widget-widget yang disediakan, tetapi sayang-nya kelengkapan widget ini tidak didukung dengan dokumentasi yang sepadan jika dibandingkan dengan ExtJS yang dokumentasi-nya cukup lengkap dari tutorial sampai ke sisi API (Application Programming Interface)-nya.

Meskipun Dojo Toolkit juga mempunyai sebuah halaman API Documentation, tapi rasanya masih kurang lengkap menurut saya. Nah untuk mendebug sebuah widget Dojo untuk menampilkan seluruh function yang terdapat didalam-nya, maka kita memerlukan sebuah browser dan Firebug sebagai alat bantu kita (jika menggunakan Chrome, tidak perlu firebug lagi karena kita bisa membuka Developer Tools dengan menekan kombinasi tombol CTRL+SHIFT+J)

Sebagai contoh misalkan kita mempunyai sebuah widget grid dengan id tblSettingSegment seperti gambar dibawah ini :