Kemarin habis baca-baca tulisan dari Pak Kaiser tentang Mengubah Tampilan IDE Netbeans dengan menggunakan Quaqua Look and Feel. Ga nyangka, ternyata Quaqua Look and Feel bisa jalan dengan mulus juga di Sistem Operasi GNU/Linux dan disini cara yang saya gunakan berbeda dengan cara yang digunakan oleh Pak Kaiser yang mengkopikan library Quaqua Look and Feel kedalam direktori JAVA_HOME. Nah cara yang paling sederhana yaitu gunakan opsi –cp:p [tempat_file_jar_diletakkan], jika ada 2 file jar yang ingin masuk kedalam CLASSPATH gunakan pemisah : (titik dua) untuk GNU/Linux dan ; (titik koma) untuk Microsoft Windows. Jika digabungkan, kira-kira perintah-nya kurang lebih seperti dibawah ini :
Agar benar-benar kelihatan seperti di Mac beneran, sekarang download dulu font Monaco (Monaco adalah Monospace font untuk Mac OS) dari sini kemudian pasangkan pada NetBeans IDE anda dan jika sudah kurang lebih tampilan-nya menjadi seperti gambar dibawah ini :
Hm… mantap juga ternyata yah tampilan-nya Cuma sayang-nya koq perasaan ga jauh beda ama Look And Feel GTK yakz ? Tapi gapapa lah, yang penting bisa cobain
Hyiip…hyipp huray, akhir-nya sekarang komunitas netbeans-indonesia yang selama ini hanya aktif di milis punya portal dan wiki khusus yang membahas tentang NetBeans IDE dari A-Z Semua ini terwujud berkat jerih payah Mas Alex Budiannto, dan kabar ini saya terima 2 hari yang lalu di milis netbeans-indonesia dan berikut ini adalah cuplikan notifikasi dari Mas Alex Budiyanto :
Rekan,
Sekedar informasi, saat ini kami sedang mengembangkan portal komunitas
untuk NetBeans User Group Indonesia dengan alamat: http://NUG.OR.ID/,,
saat ini portal tersebut masih dalam tahap development. Portal http://NUG.OR.ID/,
ini juga mengagregasi content dari NetBeans user group daerah lain seperti:
- http://bandung.nug.or.id/
- http://surabaya.nug.or.id/
- http://medan.nug.or.id/
- dsb
Selain Portal, kita juga mempunyai wiki yang beralamatkan di http://wiki.nug.or.id/
Silahkan bagi rekan-rekan yang ingin menyumbangkan content, ide maupun
saran untuk perkembangan portal ini.
Thanks
Hm… bagaimana teman-teman ?? Mantap bukan, sekarang untuk mencari informasi atau tutorial yang berbau-bau NetBeans kita bisa mengunjungi ke 2 buah situs diatas. Dan ini tampilan dari portal dan wiki NetBeans Indonesia yang baru lahir :
Nah buat teman-teman yang suka nulis, yok sama-sama bikin repository tutorial bahasa Indonesia Sekalian itung-itung amal ngebantuin teman-teman yang masih baru belajar Gimana menurut pendapat teman-teman ??
Tulisan ini hanya untuk teman-teman yang bingung bagaimana menginstall gambas2-2.18.0 di mesin Slackware 13.0, soalnya saya sendiri cari-cari belum ketemu Nah langkah pertama yang harus dilakukan yaitu download dulu binary packages yang sudah dibuat oleh temen-temen slackers dari slacky.eu yang bisa di download disini dan simpanlah pada direktori ~/gambas seperti dibawah ini :
martinus@martinusadyh:[~]$ mkdir ~/gambas
martinus@martinusadyh:[~]$ cd gambas
martinus@martinusadyh:[~/gambas]$ wget -c http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/development/gambas2/2.18.0/gambas2-2.18.0-i486-1sl.txz
--2010-01-02 06:53:57-- http://repository.slacky.eu/slackware-13.0/development/gambas2/2.18.0/gambas2-2.18.0-i486-1sl.txz
Resolving repository.slacky.eu... 151.1.182.109
Connecting to repository.slacky.eu|151.1.182.109|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 11079204 (11M) [text/plain]
Saving to: `gambas2-2.18.0-i486-1sl.txz'
100%[==============================================================================================================================>] 11,079,204 11.1K/s in 11m 11s
2010-01-02 07:05:10 (16.1 KB/s) - `gambas2-2.18.0-i486-1sl.txz' saved [11079204/11079204]
martinus@martinusadyh:[~/gambas]$
Karena Slackware 13.0 sudah menggunakan KDE4 yang notabene pakai Qt4, maka kita harus meng-install library qt3 agar aplikasi gambas2 dapat berjalan dengan semestinya. Sekarang download dahulu packages qt3 yang bisa kita download disini dan simpanlah pada direktori ~/gambas yang sudah dibuat pada langkah sebelum-nya seperti dibawah ini :
Ingin membuat sebuah installer untuk aplikasi yang jalan di Windows (ber-ekstensi exe) tapi dari GNU/Linux atau *Nix ? Jika jawaban-nya adalah iya, maka aplikasi NSIS ini mungkin cocok untuk teman-teman. Nah apa sih NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) ini sebenar-nya ? NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) ini adalah sebuah installer creator opensource yang ditujukan untuk aplikasi yang berjalan di Sistem Operasi Microsoft Windows. Karena NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) ini dapat di install pada sistem yang mengikuti standart POSIX, maka harusnya NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) dapat digunakan secara mulus pada Sistem Operasi GNU/Linux dan *Nix family seperti OpenSolaris dan lain-nya.
Pada tulisan kali ini, kita akan mencoba menginstall NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) pada Sistem Operasi GNU/Linux Slackware dan seluruh langkah yang dijelaskan pada tulisan ini mengacu ke struktur direktori standart milik Slackware (Untuk distribusi GNU/Linux yang lain, harusnya bisa menerapkan langkah-langkah pada tulisan ini tanpa ada masalah asalkan kebutuhan paket yang diminta oleh NSIS sudah terinstall sebelumnya). Agar proses kompilasi NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) ini berjalan dengan sukses, maka pastikan dahulu kebutuhan dibawah ini terdapat pada sistem anda :
- Python 2.6.2
- Scons 1.2.0 Note: Jika versi di sistem anda lebih tinggi, harus-nya tidak akan ada masalah dan kebutuhan diatas adalah kebutuhan yang diperlukan di GNU/Linux Slackware 13.0
Pada default installasi Slackware 13.0 tidak terdapat packages Scons, jadi sekarang mari kita install dulu packages Scons-nya yang dapat di download dari situs SlackBuild.org. Sekarang bukalah halaman Scons yang terdapat pada situs SlackBuild yang bisa dilihat di sini kemudian download seluruh file SlackBuild yang diperlukan seperti dibawah ini :
Hari ini ada sedikit masalah di aplikasi yang berjalan menggunakan dosemu, yups masalah ini terjadi ketika saya meng-upgrade Sistem Operasi GNU/Linux Slackware dari versi 12.1 ke versi 13.0. Sedangkan source dosemu yang digunakan adalah milik om Alien yang bisa di download disini. Permasalahan timbul ketika saya menjalankan dosemu dari user, dan secara otomatis saya mendapatkan pesan error seperti ini :
Hmm.. proses upgrade Sistem Operasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan, akhir-nya setelah googling baru deh menemukan pemecahan-nya. Pemecahan-nya yaitu rubah nilai 4096 pada file /proc/sys/vm/mmap_min_addr menjadi 0 dengan menjalankan perintah seperti dibawah ini :
root@gafa:~# echo 0 > /proc/sys/vm/mmap_min_addr
root@gafa:~# more /proc/sys/vm/mmap_min_addr
0
root@gafa:~#
Setelah melakukan perubahan diatas, sekarang coba jalankan lagi perintah dosemu dari user. Dan jika konfigurasi yang dilakukan sudah benar. Maka harusnya jendela dosemu akan tampil seperti gambar dibawah ini : Dosemu sudah bisa jalan lagi di Slackware 13.0
Membuat sebuah Internet Connection Sharing di GNU/Linux bagi saya merupakan hal yang baru, karena sebelum-nya saya tidak pernah bermain-main terlalu dalam di dunia jaringan . Apalagi kalau harus ber-urusan dengan yang namanya IP Tables dan kawan-kawan-nya, sepertinya saya harus belajar lebih dalam lagi untuk bisa bersentuhan dengan makanan-makanan tersebut. Nah tulisan ini sebenarnya cuma ingin sharing tentang pengalaman saya pribadi menggunakan internet connection sharing di kontrakan yang saya tinggalin sekarang. Dan khusus untuk tulisan kali ini, kita tidak akan bermain-main dengan yang nama-nya terminal, command prompt atau pun konsole. Yaps, semua-nya ini selesai hanya dengan proses klik sini dan klik sana dan alat-alat yang saya gunakan pada tulisan kali ini yaitu :
Sistem Operasi GNU/Linux Slackware 13.0 (kernel 2.6.29.6-smp)
Desktop Manager menggunakan GnomeSlackBuild versi 2.6.23
Network Manager Applet versi 0.7.1 yang di install dari repository GnomeSlackBuild
Sedangkan kasus yang terjadi di kontrakan saya yaitu kita hanya mendapatkan 1 buah modem + 1 kabel UTP untuk bisa menggunakan internet dengan nyaman, dan penghuni di kontrakan yang haus akan internet kurang lebih ada 7 orang (termasuk saya ) yang kesemua-nya membawa laptop masing-masing. Nah karena cuma mendapatkan 1 kabel UTP saja, akhir-nya kita memutuskan bahwa yang online menggunakan kabel UTP harus rela membagi koneksi yang didapatkan-nya ke seluruh penghuni kontrakan melalui wifi dengan menggunakan mode Ad Hoc Dan kira-kira topologi jaringan (halah baru bisa gambar topoologi ajah dah pamer ($*&$*%&^) ) di kontrakan saya kurang lebih seperti gambar dibawah ini : Gambar Topologi Jaringan ICS dengan Mode Ad-Hoc Read More …»
Buat teman-teman yang sering chatting di IRC (Internet Relay Chat) pasti-nya sudah tidak asing lagi dong dengan situs pastebin ini, nah sedangkan untuk teman-teman yang belum tahu apa sih situs pastebin ini ? Situs pastebin ini merupakan jasa layanann untuk keperluan paste-memaste file source code atau file konfigurasi yang bersifat gratis, nah selain itu yang lebih keren dari situs ini yaitu adalah dukungan terhadap perwarnaan source code yang kita paste di pastebin ini.
Nah sekarang bagaimana sih cara menggunakan situs pastebin ini ? Bayangkan sekarang teman-teman berada dalam posisi sedang mengalami masalah yang sangat pelik (konfigurasi di server GNU/Linux sudah di ganti-ganti tapi service belum jalan juga, atau koding udah seharian tapi aplikasi masih berjalan dengan tidak semestinya), nah kalau kita sedang mengalami masalah diatas ada beberapa alternatif untuk mencari bantuan yaitu:
Gunakan Google
Tanya ke Milis Komunitas
Tanya ke forum
Nah dari beberapa solusi diatas, kita masih belum bisa mem-prediksi kapan kira-kira kita akan mendapatkan balasan dari pertanyaan yang akan kita ajukan kan. Karena kita tidak tahu pasti kapan akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan kita, sekarang bagaimana kalau masalah yang kita hadapi ini sangat vital sekali dan harus selesai dalam hari ini juga atau yang lebih extreme lagi harus selesai dalam 1 jam kedepan ? Tinggal 1 solusi terakhir yaitu, gunakan fasilitas chatting. Karena hanya dengan melalui chatting kita bisa mendapatkan jawaban saat ini juga
Tapi kalau kita chatting di channel IRC atau via YahooMessenger, kita juga harus tahu beberapa aturan yang tidak tertulis agar kita cepat mendapatkan respon balik dari pertanyaan kita. Salah satu aturan tidak tertulis di beberapa channel IRC yaitu JANGAN MELAKUKAN FLOODING, flooding disini maksudnya yaitu jangan mengirimkan text lebih dari 3 baris dalam 1 waktu jika kita tidak ingin di kick atau banned dari operator channel tersebut Nah sekarang bagaimana dong kalau misalkan saya harus mem-paste isi dari file konfigurasi atau source code saya ke channel IRC tersebut ? Nah disinilah guna-nya situs pastebin tersebut, paste-kanlah file konfigurasi atau source code yang ingin ditanyakan ke pastebin kemudian beri alamat hasil paste tersebut ke channel IRC atau teman chatting anda di YahooMessenger. Mudah dan sederhana bukan ? Read More …»
Hii all, berhubung karena keren-nya album ini jadi ngebuat saya pingin posting ke blog :D. Review Ini saya dapat dari forum Symphonic/Gothic Metal Group di FaceBook dan ditulis oleh bro Luxmand Grapow yang notabene adalah pengurus group ini. Dan inilah dia review-nya :
Apakah teman-teman sudah puas dengan tampilan font rendering yang terdapat pada Desktop Manager GNOME ? Jika jawaban-nya tidak, mungkin teman-teman perlu mencoba mengaktifkan fitur font smoothing agar tampilan font terlihat lebih smooth . Fitur ini tidak bisa kita konfigurasi melalui dialog Fonts Preferences yang dapat diakses melalui System > Preferences > Appearence karena memang ternyata GNOME belum menyediakan fasilitas ini
Agar tampilan font kita terlihat lebih smooth, simpanlah kode dibawah ini dengan nama .fonts.conf dan letakkan pada direktori /home/namauseranda :
<?xmlversion="1.0"?><!DOCTYPE fontconfig SYSTEM "fonts.dtd"><fontconfig><matchtarget="font"><editmode="assign"name="autohint"><bool>true</bool></edit></match><matchtarget="font"><editmode="assign"name="rgba"><const>none</const></edit></match><matchtarget="font"><editmode="assign"name="hinting"><bool>false</bool></edit></match><matchtarget="font"><editmode="assign"name="hintstyle"><const>hintnone</const></edit></match><matchtarget="font"><editmode="assign"name="antialias"><bool>true</bool></edit></match></fontconfig>
Setelah menyimpan konfigurasi font diatas sekarang coba-lah untuk logout kemudian login lagi dan lihat bagaimana perbedaan-nya Untuk sumber resmi dari tulisan ini, mungkin teman-teman bisa melihat tulisan The Masterplan tentang Sexy smooth fonts on Kubuntu
Bingung bagaimana cara mendapatkan informasi dari BIOS (Basic Input/Ouput System) di Sistem Operasi GNU/Linux ? Jika iya, mungkin teman-teman perlu melihat lagi isi dari direktori /sys/class/dmi/id/ yang didalam-nya terdapat beberapa file yang isinya kurang lebih seperti ini :
Kemarin habis baca-baca artikel tentang Top 10 Programming Fonts, akhir-nya jadi iseng-iseng deh cobain ganti font di editor-nya NetBeans IDE supaya lebih betah lama-lama ngetik-nya
Nah buat teman-teman yang ingin berburu font, mungkin bisa mengunjungi situs Top 10 Programming Fonts untuk melihat-lihat font mana yang cocok kemudian download dan install deh Setelah proses download selesai, untuk menginstall font tersebut di GNU/Linux kita harus memasukkan font tersebut ke dalam direktori /usr/share/fonts/TTF agar font tersebut dikenali oleh user lain yang terdapat di sistem. Tapi kalau kita cuma ingin testing aja, kita bisa memasukkan font tersebut kedalam direktori .fonts yang terdapat di direktori home user kita masing-masing
Bagaimana kalau direktori .fonts belum ada ? Ya mari kita buat direktori tersebut dengan perintah seperti dibawah ini :
Setelah itu kopikan font yang sudah di download kedalam direktori ~/.fonts tersebut seperti dibawah ini :
martinus@martinusadyh:[~]$ cp Inconsolata.ttf ~/.fonts/
martinus@martinusadyh:[~]$ cd ~/.fonts/
martinus@martinusadyh:[~/.fonts]$ ls
Inconsolata.ttf
martinus@martinusadyh:[~/.fonts]$
Sekarang mari kita update dahulu font cache kita dengan menjalankan perintah fc-cache -f -v agar font yang kita tambahkan bisa dikenali oleh NetBeans seperti dibawah ini :
martinus@martinusadyh:[~/.fonts]$ fc-cache -f -v
/usr/share/fonts/OTF: caching, new cache contents: 23 fonts, 0 dirs
/usr/share/fonts/TTF: caching, new cache contents: 92 fonts, 0 dirs
/usr/share/fonts/Type1: caching, new cache contents: 64 fonts, 0 dirs
/usr/share/fonts/Speedo: caching, new cache contents: 0 fonts, 0 dirs
/usr/share/fonts/cyrillic: caching, new cache contents: 0 fonts, 0 dirs
/usr/share/fonts/misc: caching, new cache contents: 59 fonts, 0 dirs
/home/martinus/.fonts: caching, new cache contents: 1 fonts, 0 dirs
/var/cache/fontconfig: not cleaning unwritable cache directory
/home/martinus/.fontconfig: cleaning cache directory
fc-cache: succeeded
martinus@martinusadyh:[~/.fonts]$
Buat teman-teman yang senang menggambar diagram mungkin sudah tidak asing lagi kan dengan yang namanya Visio kalau di Microsoft Windows, nah di lingkungan GNU/Linux kita bisa menggunakan aplikasi yang namanya DIA Diagram sebagai pengganti Visio. Cuman sayangnya, kalau kita menggunakan DIA Diagram ada 1 hal yang rasanya masih kurang yaitu tampilan icon-nya masih kelihatan jadul-jadul banget
Nah apasih yang ngebikin Visio spesial dimata saya yaitu, kalau kita menggambar topologi jaringan icon-nya bisa keren-keren seperti gambar dibawah ini : Contoh Gambar Topologi Jaringan dari Visio
Untuk membangun sebuah File Server menggunakan SAMBA di Slackware sebenarnya tidak begitu susah, sama seperti kalau kita menggunakan distribusi GNU/Linux yang lain Nah untungnya lagi, packages SAMBA sudah terinstall secara default pada Slackware yang kita gunakan dan kita hanya perlu melakukan sedikit konfigurasi agar SAMBA dapat berjalan
Hal pertama yang perlu kita lakukan agar service SAMBA kita dapat berjalan yaitu melakukan konfigurasi terhadap file smb.conf yang terletak pada direktori /etc/samba. Karena di Slackware tidak menyertakan file smb.conf melainkan file smb.conf-sample maka kopikan-lah dahulu file smb.conf-sample menjadi smb.conf seperti dibawah ini :
root@martinusadyh:/etc/samba# cp smb.conf-sample smb.conf
root@martinusadyh:/etc/samba# ls
private/ smb.conf smb.conf-sample
root@martinusadyh:/etc/samba#
Sekarang edit-lah file smb.conf diatas menjadi seperti dibawah ini:
[global]
workgroup = SLACKWARE_FILESERVER
server string = %h server (Samba, Slackware)
map to guest = Bad User
obey pam restrictions = Yes
passdb backend = tdbsam
pam password change = Yes
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\s*\spassword:* %n\n *Retype\snew\s*\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .
unix password sync = Yes
socket options = TCP_NODELAY
syslog = 0
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
dns proxy = No
usershare allow guests = Yes
[PublicShare]
comment = Slackware File Server
path = /home/sharing/data
read only = No
create mask = 0777
directory mask = 0777
guest ok = Yes
Akhir-nya kesampaian juga menulis tentang Menu Accordion Di Java Swing ini Soalnya dulu bingung menu yang saya buat ini namanya apaan , nah buat teman-teman ada yang belum tahu apa itu Menu Accordion mungkin bisa coba baca-baca artikel Mengenal Menu Accordion dahulu Nah jika sudah tahu tentang apa itu Menu Accordion sekarang mari kita lihat contoh beberapa aplikasi dan library yang menggunakan atau menyertakan Menu Accordion
Contoh Aplikasi Yang Menggunakan Menu Accordion
OpenOffice.org Impress
OpenOffice.org Impress menyertakan model menu dengan tipe Accordion yang dapat kita lihat seperti gambar dibawah ini : OOo Impress Accordion Menu In Action
Plazma ERP Plazma ERP adalah sebuah aplikasi ERP yang dibangun dengan menggunakan Java dan SWT sebagai solusi GUI Toolkit-nya , menurut saya Plazma ERP mempunyai UI yang sangat elegan dan cantik ditambah lagi dengan Menu Accordion-nya yang tampak seperti gambar dibawah ini : Plazma ERP Accordion Menu In Action Read More …»
Sister Of The Light dari Album Salome The Seventh Veil
Yang saya seneng dari lagu ini adalah intronya Menurut saya hm.., asyik banget suasananya kek ada suara ketipung-ketipung-nya gitu (eh bener ga yah ) , ini klo mau lyrics-nya sekalian : Lyrics:
follow me through the night
we are the sisters of the light
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are daughters of sin
We are laughter in the wind
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are wild, we are free
Through the darkness follow me!
I am here to break the silence and
I want you to be the voice of mine
follow me follow me follow me now
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are daughters of sin
We are laughter in the wind
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are wild, we are free
Through the darkness follow me
You alone, you can let time stand still and
You create the missing element
We’re the fires of hell
We’re the deep rough sea
We’re the stormy air
We are we
We’re the ashes of time
And we are banshee
Through the darkness, sisters,
Follow me!
follow me follow me follow me now
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are daughters of sin
We are laughter in the wind
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are wild, we are free
Through the darkness follow me
sisters of the light
sisters of the light
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are daughters of sin
We are laughter in the wind
Follow me through the night
We are sisters of the light
We are wild, we are free
Through the darkness follow me