Martinus Ady H. BloG

Human Knowledge Belongs To The World

Berburu Suara Merdu Owa Jawa Di Bodogol

| Comments

Pemandangan Lebat-nya Hutan di kaki Gunung Pangrango dilihat dari Catwalk PPKA Bodogol

Perjalanan kali ini adalah sebuah perjalanan impian saya dari tahun 2014 lalu gara-gara membaca postingan berjudul Postcards from Borneo: The Best Swimming Hole in Gunung Palung, dan akhirnya membuat saya secara tidak sengaja mendengarkan suara gibbon yang sangat merdu di pedalaman hutan kalimantan tersebut. Supaya teman-teman bisa ikut menikmati merdu-nya suara primata satu ini, silahkan dengarkan rekaman-nya dibawah ini yang saya sadur dari tulisan Jessica Laman diatas.

Openshot Simple Video Editor for Linux

| Comments

Tampilan Openshot

Sedang mencari aplikasi video editor yang mudah di Linux ? Jika iya, mungkin teman-teman bisa melirik aplikasi video editor Openshot. Dibanding aplikasi video editor sejenis di Linux, OpenShot ini termasuk aplikasi yang sederhana dan sangat mudah untuk digunakan. Tetapi jangan salah, meskipun dengan tampilan yang sederhana OpenShot ini mempunyai beberapa fitur yaitu :

  • Support for many video, audio, and image formats (based on FFmpeg)
  • GNOME integration (drag-and-drop support)
  • Multiple tracks
  • Clip resizing, trimming, snapping, and cutting
  • Video transitions with real-time previews
  • Compositing, image overlays, watermarks
  • 3D Animated Titles (by using Blender on the background)
  • Title templates, title creation, sub-titles
  • SVG friendly, to create and include titles and credits
  • Digital video effects, including brightness, gamma, hue, greyscale, chroma key (bluescreen / greenscreen), and over 20 other video effects
  • etc..etc..

Selain fitur-fitur diatas, OpenShot juga mendukung export ke beberapa situs video sharing seperti Youtube, Vimeo dan lain-lain. Jadi tunggu apalagi untuk segera mencoba OpenShot ? ;)

Pendakian Gunung Gede 2958 Mdpl

| Comments

Kawah Gunung Gede (Doc. Dadang)

Pendakian kali ini sebenarnya adalah ide dari Mas Idhi yang ingin nostalgia masa-masa ketika masih aktif naik gunung, karena sejak bekerja Mas Idhi sudah tidak pernah naik gunung lagi :) Karena ini merupakan ajakan dari Mas Idhi yang sebelum-nya saya “komporin” terus biar aktif lagi tapi tidak pernah berhasil, saya pun menyambutnya dengan sangat antusias bahkan saya sempat bilang “Demi sampean, semua urusan booking dan SIMAKSI untuk pendakian kali ini akan saya urus sendiri” :D Karena lokasi Gunung Gede yang dekat dengan Jakarta, maka sayapun mencoba mencari korban yang mau ikut pendakian kali ini. Untuk yang belum tahu, Gunung Gede ini merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51’ - 107°02’ BT dan 64°1’ - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.

Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia. (keterangan diambil dari halaman Wikipedia Gunung Gede )

Sedangkan untuk jalur pendakian, Gunung Gede mempunyai 3 jalur resmi yaitu Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana. Selain menyediakan wisata pendakian, pihak Taman Nasional Gede Pangrango juga menyediakan wahana wisata lain yang berbasiskan pada alam seperti Canopy Trail, Bumi Perkemahan Mandalawangi, Pusat Rehabilitasi Owa Jawa, dll seperti terlihat pada peta interfaktif dibawah ini (peta interaktif ini diambil dari web resmi Taman Nasional Gede Pangrango):

Indahnya Setu Patok Dan Menantangnya Lereng Gunung Ciremai

| Comments

Indahnya Setu Patok (Doc. Om Agus)

Perkenalan saya dengan om Agus (a.k.a Alif Ainun ) dimulai dari Facebook gara-gara tulisan om Suyut Utomo berjudul Pentur Pertama di Forum Nusantaride yang begitu membuat saya begitu terkesan :) . Setelah berkenalan (lewat Facebook tentunya) dan dilanjutkan chit-chat ditambah dengan 2 kali event Nusantaride yang seperti-nya saya belum berjodoh bertemu dengan beliau, akhirnya saya-pun membuat janji untuk sowan ke tempat om Agus yang berlokasi di Cirebon. Diskusi dengan om Agus pun berlanjut, setelah melihat dan menimbang hari yang cocok akhirnya disepakatilah acara Pentur akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 08/03/2014 seharian penuh :)

Jum’at malam setelah pulang kantor, akhirnya saya pun bersiap-siap untuk meluncur ke Cirebon. Kalau tidak salah ingat, saya mulai start dari kos-kosan yang berada di kalimalang kurang lebih jam 19:30 malam. Untuk rute perjalanan ke Cirebon saya memilih jalur biasa yaitu Kalimalang -> Bekasi -> Cikampek -> Pamanukan -> Palimanan -> Cirebon, tidak banyak yang bisa diceritakan selama perjalanan malam itu selain hujan dan banyaknya jebakan betmen sepanjang jalur Bekasi sampai mau masuk Palimanan :( Perjalanan Jakarta - Cirebon ditempuh dengan kecepatan mentok di 90 km/jam :( dan akhirnya sampai dengan selamat di depan rumah om Agus kurang lebih jam 03:00 dini hari dan disambut dengan hangat oleh om Agus :)

Karena ini merupakan pertemuan pertama saya dengan om Agus, kesan pertama yang saya ingat waktu itu adalah om Agus sempat nyeletuk “Loh pake ban dual purpose?” dan sayapun cuma bisa nyengir :D Tetapi untung-nya om Agus sempat bilang “Tenang, besok jalurnya fun adventure kok. Bisalah pake ban dual purpose, tapi jangan kuatir pasti dapat keringat kok” :) Setelah bersalaman dan ngobrol sebentar akhirnya saya pun dipersilahkan istirahat untuk menyimpan tenaga buat besok.

Perjalanan Ke Kasepuhan Ciptagelar (Bagian 2)

| Comments

Sejuknya udara pagi itu di Kasepuhan Ciptagelar

Pagi itu saya bangun kurang lebih jam 08:30 pagi, dan ternyata teman-teman sudah tidak ada di kamar. Setelah keluar dari kamar, ternyata mereka sedang menikmati secangkir kopi di teras Imah Gede yang cukup luas itu. Tak perlu waktu lama bagi saya untuk menyusul mereka ngobrol di teras depan, tak terasa sudah beberapa batang rokok yang sudah kita habiskan dan kopi di gelas yang juga sudah mulai menipis. Bagi saya pribadi, ini merupakan sebuah peringatan untuk segera angkat kaki melihat-lihat suasana di sekitar Imah Gede (tanpa mandi terlebih dahulu tentunya, karena cuaca pagi itu terbilang cukup dingin :D ) :)